Sigi Hari Ini
Jalur Salua-Sadaunta Sigi Longsor, Alat Berat Dikerahkan untuk Bersihkan Buka Akses Jalan
Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini terus memantau daerahnya yang rawan terjadi bencana alam baik banjir bandang maupun longsor.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini terus memantau daerahnya yang rawan terjadi bencana alam baik banjir bandang maupun longsor.
Hal itu disebabkan sejumlah desa di Sigi beberapa waktu terakhir dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Salah satu Banjir di Desa Omu Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Selain itu tak jauh dari lokasi banjir Omu, juga terjadi tanah longsor di ruas jalan Salua - Sadaunta.
Akibat longsor tersebut membuat kendaraan R2 dan R4 sulit melintasi ruas jalan Salua - Sadaunta tersebut.
Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi mengungkapkan, pemerintah daerah sudah menurunkan satu alat berat Bulldozer ke lokasi longsor di ruas jalan Salua - Sadaunta, Senin (30/8/2021).
Baca juga: Pemerintah Tingkatkan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Kelapa dengan Teknologi
Baca juga: Arti NGL yang Kerap Digunakan di Media Sosial hingga Chat, Jadi Kosa Kata Bahasa Gaul Anak Muda
Ia berharap dengan adanya satu alat berat di fungsikan di ruas jalan tersebut dapat kembali membuat akses jalan penghubung Desa Salua dan Sadaunta Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi dilintasi seperti sediakala.
"Untuk saudara-saudara yang ada di Kulawi Raya, di Sigi ada bebarapa wilayah terkena musibah banjir bandang dan tanah longsor, Pemerintah Kabupaten Sigi dan Provinsi berupaya untuk membersihkan ruas jalan Salua dan Sadaunta ini," ungkap Wabup Sigi Samuel Yansen Pongi, Senin (30/8/2021)
Diketahui ruas jalan Desa Salua dan Sadaunta tersebut merupakan Jalan Provinsi.
Sehingga wewenang perbaikan dan pemeliharaan ruas jalan tersebut adalah dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Sebelumnya juga terjadi banjir bandang di Desa Rogo Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi.
Banjit tersebut membuat sejumlah rumah di Dusun 1 dan dusun 4 rusak berat.
Material batang pohon membuat jembatan di Desa Rogo sempat tidak bisa dilalui oleh kendaraan R2 dan R4.
Setelah dilakukan pembersihan dengan menggunakan alat berat, lalu lintas di Desa Rogo dapat kembali normal untuk dilintasi kendaraan. (*)