Kamis, 11 Juni 2026

Tujuh Penyebab Gatal pada Telinga dan Cara untuk Mengatasi Telinga Gatal

Gatal pada telinga dapat disebabkan oleh adanya infeksi telinga, kulit kering, penggunaan alat bantu dengar hingga suatu kondisi kulit tertentu.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
Tribun Jabar
Penyebab yang mendasari gatal pada telinga. 

TRIBUNPALU.COM - Meskipun telinga Anda mungkin merupakan anggota tubuh yang cukup kecil dibandingkan dengan lengan atau kaki, namun telinga Anda penuh dengan serat saraf yang sensitif.

Telinga yang terasa gatal umumnya merupakan suatu hal yang wajar.

Mengutip dari Healthline, telinga yang gatal juga bisa mengindikasikan kondisi medis yang mendasarinya.

 Dengan memahami beberapa penyebab telinga gatal, Anda bisa menentukan cara mencari pertolongan.

Berikut penyebab yang mendasari terjadinya gatal pada telinga, melansir dari Healthline dan Medical News Today. 

1. Kulit kering

Jika telinga Anda tidak menghasilkan cukup kotoran, kulit telinga Anda bisa menjadi kering dan terasa gatal.

Zat lilin pada telinga memiliki efek pelumas bagi telinga Anda.

Namun, kekurangan pelumas di telinga  dapat menyebabkan Anda mengalami gatal-gatal.

Selain itu, Anda bahkan akan mengalami kulit mengelupas yang berasal dari telinga jika kondisinya sangat kering.

2.  Dermatitis saluran telinga

Dermatitis terjadi ketika kulit di dalam dan di sekitar saluran telinga Anda mengalami peradangan.

Ini bisa menjadi hasil dari reaksi alergi terhadap produk di dalam atau di dekat telinga Anda, seperti produk perawatan pribadi atau anting logam.

Jenis lain dari dermatitis di telinga disebut dermatitis aural eczematoid, yang hingga saat ini tidak diketahui penyebabnya.

3.  Otitis eksterna (infeksi telinga luar)

Otitis eksterna, atau infeksi pada saluran telinga luar, dapat menyebabkan sakit telinga serta gatal-gatal.

Hal ini juga disebabkan oleh peradangan yang terjadi akibat adanya infeksi dan menyebabkan kemerahan serta pembengkakan.

4. Penggunaan alat bantu dengar

Alat bantu dengar dapat menyebabkan air terperangkap di telinga atau memicu reaksi alergi terhadap alat bantu dengar itu sendiri.

Alat bantu dengar yang tidak pas juga dapat memberi tekanan pada area tertentu di telinga, yang menyebabkan rasa gatal.

5.Psoriasis

Psoriasis adalah kondisi kulit yang menyebabkan ruam merah yang dapat berkembang.

Psoriasis dapat terjadi pada bagian tubuh yang terlihat, seperti lengan kaki, hingga di dalam telinga.

6. Rinitis alergi

Rinitis alergi, juga dikenal sebagai demam yang terjadi ketika orang memiliki reaksi alergi terhadap partikel umum yang ditemukan di udara, seperti serbuk sari, tungau debu, atau bulu binatang.

Rinitis alergi dapat menyebabkan gatal di telinga, mata, dan tenggorokan, bersama dengan berbagai gejala mata berair, pilek, sakit kepala, bersin, hingga terjadinya penyumbatan.

7. Penumpukan kotoran

Penumpukan kotoran telinga dapat menyebabkan telinga gatal dan mempengaruhi pendengaran seseorang.

Telinga memproduksi kotoran telinga untuk membantu menjaga kebersihan telinga dan melindungi telinga bagian dalam dari infeksi.

Kotoran telinga secara alami bergerak keluar dari telinga, membawa sel-sel kulit mati dan kotoran, yang kemudian akan mengering dan rontok seiring waktu.

Penumpukan kotoran telinga dapat terjadi jika seseorang memasukkan sesuatu ke dalam saluran telinganya, yakni sebuah terowongan kecil yang menghubungkan telinga luar dengan telinga tengah dan dalam.

Jika orang memasukkan kapas, jepit rambut, jari, atau kain bengkok ke telinga mereka, hal ini dapat mengiritasi saluran telinga dan mendorong kotoran telinga lebih jauh ke belakang, yang menyebabkan penyumbatan.

Penyumbatan kotoran telinga dapat menjebak bakteri di telinga dan menyebabkan infeksi.

Melansir dari Medical News Today, untuk mencegah iritasi, hindari membersihkan telinga dengan benda-benda seperti:

  • Bola kapas
  • Cotton buds
  • Klip kertas
  • Jepitan kecil

Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk menghindari iritasi di telinga Anda meliputi:

  • Gunakan perhiasan anti alergi, yang dapat mencegah reaksi alergi yang menyebabkan gatal.
  • Jika Anda sering berenang, gunakan larutan untuk mengeringkan kelebihan air di saluran telinga.
  • Jika Anda mengalami produksi kotoran telinga yang berlebihan, Anda mungkin ingin menjaga kotoran telinga Anda pada tingkat yang dapat dikelola dengan menggunakan pendekatan yang disetujui dokter, seperti obat tetes telinga atau jarum suntik.

(TribunPalu.com/Linda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved