Breaking News:

Parimo Hari Ini

Bupati Parimo Sebut Suku Lauje Jumlahnya Lebih Kurang 50 Ribu Jiwa

Suku Lauje yang mendiami Kecamatan Tinombo Selatan, Sidoan, Tinombo, Palasa dan Tomini jumlahnya kurang lebih 50 ribu jiwa.

Penulis: Moh Salam | Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Bupati Parimo Sebut Suku Lauje Jumlahnya Lebih Kurang 50 Ribu Jiwa. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Suku Lauje yang mendiami Kecamatan Tinombo Selatan, Sidoan, Tinombo, Palasa dan Tomini jumlahnya kurang lebih 50 ribu jiwa.

Sebagian anak Suku Lauje sedang menempuh studi diberbagai daerah seperti Bone, Bitung, Sidoarjo dan lain sebagainya.

Hal itu diutarakan Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu, Selasa (7/9/2021).

Menurut Samsurizal, membina Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Lauje gampang gampang susah.

"Mereka (anak suku lauje, red) saat ini kami sekolahkan di jurusan Perikanan, Kesehatan, Pertanian, Guru dan lain sebagainya, bahkan sudah ada yang selesai. Mereka saya bina untuk digitalnya. Saya ajarkan bagaimana belanja melalaui online tanpa belanja di pasar. Mereka diajarkan teknologi dan alhamdulillah sudah bisa, "Jelas Bupati Parimo, Selasa (7/9/2021).

Samsurizal menambahkan, prestasi di perguruan tinggi anak-anak suku lauje tidak kalah bersaing dengan lainnya, rata-rata setiap semester nilai yang didapat adalah nilai A dan B, tidak ada nilai C.

Olehnya, mereka harus dirangkul agar bisa maju.

Menurutnya, salah satu faktor Parimo tinggi garis kemiskinan adalah masih banyaknya warga di pedalaman dikatakan miskin padahal sebenarnya mereka kaya.

Parimo dikatakan miskin disebabkan beberapa syarat belum terpenuhi.

"Sebenarnya mereka itu tidak miskin, tapi miskin pengaruh budaya adat istiadat. Saya contohkan, mereka kalau mau pangkas rambut harus izin atau ditemani dengan bapaknya sendiri, sementara mereka lagi kuliah dan orang tuanya jauh ada di kampung. Begitupun jika sakit, mereka tidak mau berobat ke dokter tetapi harus ditiup badanya. Budaya seperti ini hingga saat ini masih ada walaupun kita sudah kombinasikan dengan kesehatan namun mereka masih percaya hal hal demikian. Nah inilah secara perlahan kita rubah mainset cara berpikirnya. Masalah kepintaran jangan diragukan, mereka sangat cepat menagkap apa yang diajarkan, contohnya belajar main gitar, hanya dalam jangka waktu 4 jam mereka sudah tahu cara memainkan gitar, dengan baik" tandas Samsurizal. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved