Sekolah Mulai Belajar Tatap Muka, Apa yang Harus Dilakukan jika Ada Siswa Terkontaminasi Covid-19?

Pembelajaran Tatap Muka terbatas telah dilaksanakan dalam sepekan terakhir. Namun bagaimana jika ada anak yang terkonfirmasi positif Covid-19?

TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Sekolah tatap muka ditengah pandemi Covid-19. Pembelajaran Tatap Muka terbatas telah dilaksanakan dalam sepekan terakhir. Namun bagaimana jika ada anak yang terkonfirmasi positif Covid-19? 

TRIBUNPALU.COM - Pemberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas telah dilaksanakan dalam sepekan terakhir. Belajar kembali ke sekolah dengan kondisi status Covid-19 per daerah.

Selain itu pemerintah telah membuat aturan agar selama pembelajaran, tidak ada yang terinfeksi.

Namun bagaimana jika ada anak yang terkonfirmasi positif Covid-19?

Baca juga: Hari Ini, Ada 4 Titik Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Kota Palu

Baca juga: Termasuk Sulteng, 9 Wilayah Ini jadi Perhatian Jokowi karena Rendahnya Capaian Vaksinasi Covid-19

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro menyebutkan jika hal ini telah diatur dalam panduan penyelanggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 sudah diatur.

Nantinya, akan ada peran dari kepala satuan pendidikan, pemeritah daerah dan pihak terkait.

Tugas dari satuan kepala pendidikan pertamanya harus memberikan edukasi terkait protokol kesehatan.

Seorang guru mengecek suhu tubuh siswa yang akan mengikuti Pengajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di SDN 232, Palembang, Senin (6/9/2021). Siswa dan guru menerapkan protokol yang ketat seperti selalu memakai masker, melakukan pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas. Siswa pun diatur untuk mengikuti pembelajaran tatap muka sebanyak seminggu dua kali pertemuan dengan durasi dua jam pelajaran.TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Seorang guru mengecek suhu tubuh siswa yang akan mengikuti Pengajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di SDN 232, Palembang, Senin (6/9/2021). Siswa dan guru menerapkan protokol yang ketat seperti selalu memakai masker, melakukan pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas. Siswa pun diatur untuk mengikuti pembelajaran tatap muka sebanyak seminggu dua kali pertemuan dengan durasi dua jam pelajaran.TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO (TRIBUN SUMSEL/TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO)

Kemudian menyiapkan satuan tugas dan penanganan kasus pada anak yang terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Selain itu, Reisa juga menyebutkan jika sekolah dapat ditutup sementara kalau ditemukan kasus Covid-19.

Selain itu ada peran dari pemerintah daerah yang memastikan pemenuhan daftar periksa di sekolah. Dengan melakukan pemantauan evaluasi proses pembelajaran.

"Dan peran pemerintah daerah juga menentukan kalau wilayah kotanya turun ke level 3 dan 2 yang memungkin pembelajaran tetap muka dapat diselenggarakan," ungkapnya pada siaran Radio Kesehatan, Selasa (7/9/2021).

Di sisi lain, Satgas covid -19 juga berperan melakukan melakukan testing kalau ada peserta didik yang bergejala.

Serta melakukan tracing jika ada yang dinyatakan positif. Pelacakan dilakukan pada semua orang yang pernah melakukan kontak erat.

"Jadi semua prosedur sama baik sekolah maupun di luar lembaga lain. Testing, tracing dan tratment memberikan terapi yang tepat pada orang-orang tersebut," pungkas Reisa.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jika Ada Siswa Terkonfirmasi Covid-19 Saat Pembelajaran Tatap Muka, Apa yang Harus Dilakukan?

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved