Breaking News:

Universitas Tadulako

Rektor Untad Terima Kunjungan Wakil Ketua MPR RI, Bahas Pembangunan KTI

Anggaran pembangunan untuk kawasan Timur Indonesia sangat jauh tertinggal. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
tribunpalu.com/fandy
Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Mahfudz menerima kunjungan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Fadel Muhammad, Rabu (15/9/2021).  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Mahfudz menerima kunjungan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Fadel Muhammad, Rabu (15/9/2021). 

Pertemuan itu berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Untad Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Hadir pula dalam pertemuan itu para wakil rektor, dekan dan wakil dekan di lingkungan Universitas Tadulako

Kunjungan Prof Fadel ini untuk menindaklanjuti pembentukan Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (BP2KTI) dari aspirasi civitas akademika Untad. 

Prof Fadel menuturkan, anggaran pembangunan untuk kawasan Timur Indonesia sangat jauh tertinggal. 

Baca juga: Satgas Covid-19 Sulteng Tanggapi Kesalahan Data BOR Rumah Sakit di Palu

Menurutnya, hal ini disebabkan karena permintaan terkait percepatan pembangunan di kawasan tersebut masih belum spesifik. 

"Pembentukan BP2KTI diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan di kawasan Timur Indonesia. Serta dapat mendukung kebijakan nasional khususnya pemindahan ibu kota negara di Pulau Kalimantan," ungkap Prof Fadel. 

Mantan Gubernur Gorontalo itu berharap civitas akademika Untad aktif memberikan masukan dalam pembentukan BP2KTI. 

Sebab ia menilai Sulawesi Tengah memiliki kekayaan melimpah misalnya kawasan Teluk Tomini. 

"Kami harap masukan dari civitas akademika Untad untuk pengembangan ide ini. Muncul ide untuk membuat tembusan leher di Pulau Sulawesi agar mendukung akses dari daerah Timur seperti Maluku dan Papua ke ibu kota baru," ujar Prof Fadel. 

Baca juga: Jelang HUT Lantas, Donor Darah Polda Sulteng Target 100 Kantong

Mendengar hal itu, Rektor Prof Mahfudz mendukung penuh gagasan pembentukan BP2KTI. 

Ia pun berharap ide itu dapat menjadi pemicu percepatan pembangunan di kawasan Timur Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah. 

"Kami sangat mendukung pembentukan BP2KTI. Bagi kami Prof Fadel merupakan sosok yang sudah teruji, baik sebagai pengusaha, pejabat daerah dan politisi nasional," ucap Prof Mahfudz.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved