Sabtu, 11 April 2026

Terungkap Ternyata Ini Alasan Cerdas BJ Habibie Lepas Timor Leste dari Indonesia

Presiden Habibie punya alasan-alasan cerdas mengapa tetap teguh pendiriannya untuk melepaskan Timor Timur.

Istimewa via Kompas.com
Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie 

TRIBUNPALU.COM - Lepasnya Timor Leste yang dulu bernama Timor Timur dari Indonesia sempat menuai pro kontra.

Seperti diketahui Timor Leste lepas dari Indonesia pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie.

Namun ternyata Presiden Habibie punya alasan-alasan cerdas mengapa tetap teguh pendiriannya untuk melepaskan Timor Timur, setelah wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia kurang lebih selama 24 tahun.

Seperti telah banyak diketahui, Timor Leste berintegrasi dengan Indonesia dan menjadi provinsi ke-27 pada tahun 1976 setelah berhasil diinvasi oleh pasukan Indonesia.

Baca juga: Ini Negara Eropa yang Hasut Timor Leste Merdeka, Sebut Rakyat Menderita di Tangan Indonesia

Baca juga: Jadi Negara Termiskin Meski Sudah Merdeka, Timor Leste Kini Dijadikan Ladang Uang oleh Indonesia

'Seroja' merupakan nama sandi untuk operasi militer pasukan Indonesia ke bekas jajahan Portugis tersebut di akhir tahun 1975.

Saat itu, kekosongan kekuasaan terjadi setelah Portugis menarik pasukannya, sementara rakyat Timor Leste terpecah, ada kelompok pro-integrasi dengan Indonesia dan pro-kemerdekaan.

Bahkan, selama 2 dekade menjadi wilayah Indonesia, kelompok pro-kemerdekaan terus saja melakukan perlawanan terhadap pemerintah Indonesia.

Setelah dipertahankan sejak era Presiden Soeharto, akhirnya di masa pemerintahan BJ Habibie Timor Leste dibiarkan menggelar referendum pada 30 Agustus 1999.

Hasil referendum Timor Leste menunjukkan hampir 80 persen rakyat Timor Timur memilih berpisah dari Indonesia.

Referendum yang didukung PBB itu pun mengakhiri konflik berdarah sekaligus mengakhiri status rakyat Timor Leste sebagai Warga Negara Indonesia.

Meski kekacauan sempat terjadi tak lama setelah referendum digelar.

Kemerdekaan yang bisa diraih Timor Leste tak lepas dari kebijakan Presiden Habibie untuk menyelenggarakan referendum Timor Timur.

Melansir Sripoku.com, Habibie mengutarakan beberapa alasan dan fakta cerdas terkait keputusannya melepaskan Timor Leste atau Timor Timur.

Alasan Pertama

 

"Timtim dengan populasi sekitar 700.000 rakyat telah menarik minat dunia. Tapi saya punya 210 juta rakyat.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved