Jebakan Utang Buat APBN Indonesia Terpuruk, Ini Alasan Pemerintah Selalu Tambah Pinjaman Negara
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia terpuruk dengan jebakan utang. Ini Alasan Pemerintah Tambah Utang Negara
TRIBUNPALU.COM - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia terpuruk dengan jebakan utang.
Anggapan ini ditegaskan oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu.
Ahmad Syaikhu menegaskan, Pemerintah perlu mengambil kebijakan untuk menarik investor di sektor hulu migas.
Menurutnya, peranan investasi di sektor hulu semakin krusial. Sebab, tidak mungkin beban eksplorasi ladang dan sumber energi baru didorong oleh APBN.
"Terlebih APBN kita semakin terpuruk dengan jebakan utang yang semakin menguat, kita perlu ada kebijakan yang menarik investor di hulu migas yang efektif,” ujar Ahmad Syaikhu dalam diskusi virtual, Selasa (21/9/2021).
Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), utang Indonesia mencapai Rp6.626,4 triliun. Ahmad Syaikhu memaparkan, terdapat defisit produksi dengan kebutuhan minyak bumi dalam negeri.
Hal ini menyebabkan kebijakan impor minyak semakib besar.
Ia menerangkan, saat ini lifting energi produksi minyak bumi hanya 800 ribu barel per hari sementara kebutuhan dikisaran 1,5 juta barel.
Defisit tersebut menyebabkan impor semakin besar dan menekan neraca pembayaran dalam transaksi berjalan.
"Dan bisa jadi berdampak pada rupiah dalam skala embayaran fiskal,” kata Ahmad Syaikhu.
Selama ini, menurut Ahmad Syaikhu, energi nasional tergantung pada migas. Perlu didorong kebijakan terkait energi terbarukan.
"Sehingga potensi sumber energi yang baru dapat lebih dioptimalkan, tidak hanya mengandalkan sekktor hulu migas,” imbuh Ahmad Syaikhu.
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menyampaikan harapannya kepada masyarakat, khususnya usia muda.
Yakni tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.
Dalam hal ini ialah terkait utang negara atau utang pemerintah.