Breaking News:

Ali Kalora Tewas

Ketua STAI Poso Minta Pemerintah Gencarkan Deradikalisasi Pascatewasnya Ali Kalora

Nasruddin tak memungkiri radikalisme sejak lama menyebar di Bumi Sintuwu Maroso. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
handover
Ketua STAI Poso Nasruddin L Midu 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso Nasruddin L Midu meminta pemerintah menggencarkan gerakan deradikalisasi pascatewasnya pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora

Sebagai mantan Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandep) Kabupaten Poso, Nasruddin tak memungkiri radikalisme sejak lama menyebar di Bumi Sintuwu Maroso. 

Ia pun menceritakan pengalaman saat bertemu dengan puluhan mantan kombatan Poso di Aula Komando Distrik Militer (Kodim) 1307/Poso.

Awalnya, kehadiran Nasruddin untuk memberikan pembinaan bersama Piet Inkiriwang, Bupati Poso kala itu. 

Baca juga: Daeng Koro Dipecat dari TNI AD Malah Jadi Teroris, Inilah Daftar Aksi Brutalnya: Otak MIT Poso

Ketika memasuki waktu Zuhur dan azan berkumandang, para eks kombatan serentak meminta izin untuk menunaikan salat. 

Saat eks kombatan melihat Nasruddin tak menuju masjid, mereka sontak mengatakan dirinya sebagai seorang kafir. 

"Peserta (eks kombatan) sekitar 30 orang. Mereka mengatakan saya telah kafir karena tidak mengikuti mereka ke masjid. Namun saya menjelaskan kepada mereka tentang pengertian azan dalam konsep tafsir," ujar Nasruddin, Rabu (22/9/2021). 

"Makna azan ada dua, yakni panggilan bagi yang tidak memiliki uzur dan sebagai pengingat telah masuk waktu salat. Waktu salat pun ada tiga, yakni awal, pertengahan dan akhir. Namun mereka tetap berpegang pada pendiriannya. Kejadian itu sekitar tahun 2009 atau 2010 lalu," tuturnya menambahkan. 

Nasruddin menuturkan, kejadian itu menjadi latar belakang pendirian STAI Poso

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved