Breaking News:

Banggai Hari Ini

Evaluasi Belajar Tatap Muka di Banggai, Sekolah Ditutup Jika Guru dan Siswa Terpapar COVID-19

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mengevaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mengevaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Dalam rapat yang dipimpin Bupati Banggai Amirudin Tamoreka itu, Satgas ingin memastikan PTMT tetap menerapkan protokol kesehatan.

Misalnya masker selalu dipakai saat beraktifitas di kelas, rajin cuci tangan, dan selalu jaga jarak.

"Ingat, semuanya harus disiplin. Sehingga proses belajar-mengajar bisa terlaksana dengan aman, dan kita semua terhindar dari penularan COVID-19," kata Bupati Amirudin.

Jika dalam pelaksanaan PTMT ini ada yang terpapar COVID-19, baik itu guru maupun siswa, maka sekolah akan ditutup.

Baca juga: Nasib Polantas yang Tilang Mobil Bawa Sepeda, Kini Viral dan Terancam Sanksi dari Kombes Sambodo

Baca juga: Amirudin Tamoreka Resmikan Menara Telekomunikasi di Pelosok Banggai

Juga jika ada kluster baru, maka Satgas COVID-19 akan evaluasi secara parsial atau menyeluruh terhadap PTMT di Kabupaten Banggai.

"Semoga dengan adanya PTMT, anak-anak didik kita dapat belajar dengan efektif, semoga tidak ada satu pun siswa atau guru yang terpapar COVID-19," harap Amirudin.

PTMT di Kabupaten Banggai dimulai sejak adanya Surat Edaran Bupati Banggai nomor: 420/1850/Disdik tanggal 8 September 2021. 

Kebijakan tersebut dikeluarkan menyusul tingkat penyebaran COVID-19 di Kabupaten Banggai turun menjadi PPKM Level 3. 

Satuan pendidikan atau sekolah wajib mengatur komposisi jumlah murid di kelas maksimal hanya 50 perseb dari kapasitas. 

Penataan duduk juga harus berjarak sesuai aturan protokol kesehatan, mengatur masuk dan jam keluar siswa tidak serentak untuk hindari kerumunan.

Selain itu, guru wajib divaksinasi, dan melakukan testing rapid test antigen baik menyeluruh atau sampling terhadap guru dan siswa.

Bila ada kluster baru segera lakukan tracking dan treatment. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved