Kenali 3 Jenis Radang Sendi yang Dapat Terjadi pada Semua Usia
Radang sendi memiliki 3 jenis yang paling populer, antara lain seperti Osteoarthritis (OA), rheumatoid arthritis (RA), dan psoriatic arthritis (PsA).
TRIBUNPALU.COM – Radang sendi merupakan sebuah inflamasi yang berada pada beberapa persendian manusia.
Dalam bahasa lain, radang sendi juga seringkali disebut dengan arthritis.
Beberapa persendian yang dapat mengalami radang sendi antara lain, pergelangan tangan, pergelangan kaki, siku dan lainnnya.
Selain menyebabkan rasa sakit yang cukup tajam, radang sendi juga dapat menyebabkan bengkak dan kehilangan fungsi.
Biasanya penyakit ini seringkali diderita oleh orang yang memiliki usi lanjut.
Baca juga: Miliki Penyakit Radang Sendi atau Rheumatoid Arthritis? Obati dengan Biji Ketumbar yang Kaya Manfaat
Namun, tak sedikit juga orang dengan usia yang masih muda dapat terkena penyakit ini.
Gejala umum radang sendi biasanya berbeda-beda tergantung dari jenis arthritis itu sendiri, namun terdapat gejala umum yang sering dirasakan seperti berikut :
- Nyeri dengan gerakan atau saat istirahat
- Pembengkakan sendi
- Kekakuan, dan deformitas
- Penurunan fungsi
- Perubahan bentuk jari, tangan, dan pergelangan tangan
Melansir dari Medical News Today, terdapat berbagai jenis radang sendi yang seringkali ditemui pada beberapa orang, antara lain.
Berikut berbaga jenis radang sendi dan gejala yang sering dialami :
Osteoarthritis (OA)
Pada OA, yang kadang-kadang disebut orang sebagai arthritis keausan, merupakan hasil dari perubahan degeneratif pada tulang rawan.
Berikut berbagai gejala yang sering dialami OA :
- Rasa sakit yang awalnya tumpul dan terputus-putus, tetapi dapat menjadi tajam dan konstan seiring waktu
- Rasa sakit seringkali memburuk namun dapat membaik jika digunakan untuk istirahat.
- Kekakuan dan gerakan berkurang
- Sensasi retak saat menggerakan sendi.
- Bengkak dan nyeri tekan
- Benjolan tulang, yang dikenal sebagai nodus atau nodul, di sendi jari tengah atau di dekat ujung jari
- Persendian yang terasa keras dan menonjol
- Perubahan bentuk tangan dan jari
- Penurunan fungsi jari-jari misal untuk menulis, mencubit, menggenggam dan lainnya.
Gejala arthritis pasca-trauma akan serupa tetapi akan mempengaruhi sendi di mana cedera sebelumnya terjadi.
Rheumatoid arthritis (RA)
Untuk jenis RA, berasal dari kondisi autoimun yang menyebabkan peradangan pada persendian.
Gejala yang sering dirasakan RA antara lain :
- Nyeri pada pergelangan tangan dan sendi jari
- Persendian yang terasa lembut dan kenyal
- Pembengkakan dan peradangan
- Kekakuan, terutama di pagi hari, yang dapat berlangsung lebih dari 1 jam
- Berkurangnya gerakan yang dapat dilakukan erakan berkurang
- Penebalan dan pembengkakan tendon
- Perubahan bentuk tangan, karena peradangan yang terus-menerus menyebabkan kerusakan jangka panjang
- Kehilangan kekuatan yang membuatnya sulit untuk menggenggam sesuatu dan mudah untuk menjatuhkannya
- Gejala seperti flu, seperti kelelahan, demam, dan perasaan tidak sehat secara umum
Gejala yang datang pada RA ini bisa datang dan pergi tergantung dari setiap orangnya.
Pada beberapa kondisi, seseorang yang memiliki RA akan memburuk, namun kemudian mereka bisa menghilang untuk sementara waktu selama masa remisi.
Psoriatic arthritis (PsA)
PsA terkait dengan psoriasis, suatu kondisi autoimun yang memicu gejala kulit.
Lama kelamaan, kondisi tersebut dapat menyulitkan seseorang untuk memegang barang, menulis, dan melakukan tugas sehari-hari, seperti mencuci dan berpakaian.
Pada radang sendi jenis ini sedikit memiliki perbedaan pada gejalanya, seperti :
- Nyeri
- Peradangan
- Dactylitis, yang merupakan pembengkakan di jari yang membuat jari jadi lebih terlihat besar
- Perubahan warna kulit
- Berkurangnya gerakan pada persendian
Banyak orang dengan PsA juga menderita psoriasis, yang dapat menyebabkan perubahan kulit dan kuku.
Hingga saat ini belum diketahui secara jelas penyebab dari radang sendi tersebut karena dapat terjadi pada semua usia.
Namun Anda perlu menghindari berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena radang sendi.
Berikut tips untuk menghindari faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena radang sendi :
- Berolahraga secara rutin untuk memicu sendi Anda bergerak
- Pertahankan berat badan Anda pada berat yang ideal, karena komplikasi akibat obesitas dapat meningkatkan risiko
- Menghindari merokok
- makan diet anti-inflamasi atau diet kaya antioksidan, dengan banyak bahan nabati
- Menghindari lemak tidak sehat dan gula tambahan, yang dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan peradangan
- Mencari bantuan medis lebih awal jika gejala masalah seperti infeksi pernapasan dan perubahan kulit terjadi
(TribunPalu.com/Linda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-nyeri-sendi-shutterstock.jpg)