Mengenal Tanda dan Gejala Jerawat Hormon yang Sering Terjadi pada Wanita

Jerawat hormon terjadi pada wanita di fase menstruasi, kehamilan hingga menyusui. Terdapat beberapa faktor lain yang menjadi tanda jerawat tersebut.

Freepik
Jerawat hormon sering terjadi pada saat mmendekati menstruasi, kehamilan dan menyusui. 

Hal ini membuat wanita lebih rentan terhadap fluktuasi hormon yang intens selama kehamilan, persalinan, dan menyusui.

Tapi usia saja tidak akan menentukan apakah Anda akan mengalami jerawat hormone tersebut.

Genetika dapat menentukan kapan jerawat hormonal mulai dan berhenti.

Hampir setengah dari wanita di usia kurang lebih 20 tahun mengalami jerawat dan menopause yang dapat menyebabkan jerawat itu muncul kembali.

2. Muncul di sekitar dagu dan  area rahang

Salah satu tanda jerawat hormonal adalah letaknya di wajah.

Jika Anda melihat jerawat yang meradang di daerah dagu atau rahang Anda, tentunya jerawat tersebut merupakan jerawat yang disebabkanoleh hormon

Para peneliti belum mengetahui secara pasti mengapa jerawat hormon lebih sering muncul di dagu dan bagian rahang.

Namun, terlalu banyak produksi minyak yang menyumbat pori-pori Anda dapat menjadi pencetusnya.

Kelenjar minyak berlebih ini menjadikan kulit Anda tempat utama untuk jenis jerawat ini.

Meskipun dagu dan rahang adalah tempat yang sangat umum untuk jerawat hormonal.

namun jerawat tersebut dapat muncul di sepanjang sisi wajah Anda, termasuk di bawah leher Anda.

Jika Anda juga mengalami jerawat di punggung, di dada, dan bagian bahu, terutama saat siklus menstruasi hal ini juga bisa menunjukkan jerawat hormonal.

3.  Terjadi di setiap bulannya

Jerawat hormonal sering bermanifestasi dalam pola siklus, seperti siklus menstruasi wanita.

Halaman
123
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved