Mengenal Tanda dan Gejala Jerawat Hormon yang Sering Terjadi pada Wanita
Jerawat hormon terjadi pada wanita di fase menstruasi, kehamilan hingga menyusui. Terdapat beberapa faktor lain yang menjadi tanda jerawat tersebut.
Hal ini dikarenakan wanita masih mengalami fluktuasi bulanan dalam kadar estrogen dan progesteron, meskipun lebih rendah daripada wanita pra-menopause.
Jerawat hormonal cenderung muncul di tempat yang sama setiap bulannya juga.
Hal ini biasanya hasil dari pori-pori di wajah yang membesar ukurannya dari jerawat sebelumnya.
4. Terjadi saat Anda sedang stres
Kortisol, hormon stres, dapat memengaruhi semua hormon Anda yang lain juga, menyebabkan semuanya rusak.
Wanita lebih rentan terhadap fluktuasi hormonal bulanan, yang cukup ekstrem, dan mengalami periode stres akut daripada laki-laki.
Jika Anda sering mengalami jerawat hormone karena beberapa faktor di atas, hal itu wajar terjadi karena siklus tubuh Anda yang dapat menyebabkan jerawat.
Dalam beberapa kasus, jerawat hormone dapat membaik dengan sendirinya, namun di sisi lain dapat terjadi lebih parah di kondisi kulit tertentu.
Jika sudah terjadi lebih kronis, Anda membutuhkan perawatan dokter untuk membantu menyembuhkan jerawat Anda.
Baca juga: Apa Itu Bruntusan? Simak Penjelasan Lengkap, Jenis dan Cara Mengatasinya
(TribunPalu.com/Linda)