Rabu, 20 Mei 2026

Thomas Cup 2020

Final Thomas Cup 2020: Jonatan Menang, Akhirnya Indonesia Naik Podium setelah Gelar Terakhir di 2002

Jonatan Christie menang lawan Li Shi Feng. Indonesia akhirnya rebut gelar Thomas Cup 2020 setelah kemenangan terakhir di 2002.

Tayang:
KOMPAS.com
Taufik Hidayat saat mengangkat trofi Thomas Cup 2002- Jonatan Christie menang lawan Li Shi Feng. Indonesia akhirnya rebut gelar Thomas Cup 2020 setelah kemenangan terakhir di 2002. 

TRIBUNPALU.COM - Indonesia akhirnya membawa pulang kembali piala Thomas Cup 2020 setelah kemenangan terakhir pada 2002.

Laga final Indonesia vs China berlangsung sengit di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) petang.

China merupakan juara bertahan Thomas Cup tahun lalu, sedangkan Indonesia menjadi tim unggulan pertama di ajang ini.

China bahkan menguasai lima periode Thomas Cup sejak tahun 2006 hingga 2018.

Kemenangan ini menjadi gelar ke-14 bagi Indonesia setelah revans 10 tahun lamanya tanpa gelar Thomas Cup.

Di laga ketiga Jonatan Christie menjadi kunci untuk membawa Indonesia memenangkan Thomas Cup 2020.

Melawan Li Shi Feng, Jonatan mengawali keunggulan 6-0 di set pertama.

Jonatan terus memimpin hingga poin 7-4.

Meskipun sempat ditekan oleh Li Shi Feng, namun Jonatan berhasil mendapatkan interval pertama 11-6.

Jonatan berganti menekan lawan dengan skor 13-9.

Namun, Li Shi Feng mempersempit jarak dengan angka 15-13.

Jarak makin dilebarkan Jonatan hingga skor 19-14 di set pertama.

Game pun berakhir dengan skor 21-14.

Di set kedua, Jonatan sempat tertinggal 1-5 di awal babak.

Ia belum berhasil mengontrol permainan hingga di skor 2-7.

Dua kali pukulan Jonatan melebar makin menguntungkan lawan dengan skor 3-9.

Hingga interval set kedua direbut oleh Li Shi Feng, 3-11.

Jonatan tampak masih belum bisa menekan lawan di poin 5-13.

Sedikit demi sedikit Jonatan mendekat dengan pukulan adu net, skor menjadi 8-13.

Pukulan smash mengarah ke badan Li Shi Feng juga membuahkan hasil, poin sementara 9-13.

Li Shi Feng terus memaksa Jonatan untuk kembali berlaga di set ketiga sebab jarak masih lebar 14-18.

Meski telah memepet Li Shi Feng, Jonatan akhirnya kalah 18-21 di game kedua.

Laga berlangsung ketat di game ketiga,  Jonatan membuat Li Shi Feng tersungkur di poin 3-3.

Tak lama, Li Shi Feng membalas dengan smash tajam di bagian depan lapangan.

Poin masih ketat, dengan skor 7-7.

Li Shi Feng sampai kehabisan challenge sebelum interval karena dua kali gagal mempertimbangkan bola.

Lawan pun merebut interval game dengan skor 9-11 dalam durasi permainan 1 jam 7 menit.

Jonatan unggul karena adu net, kemudian Li Shi Feng meminta bantuan perawatab medis pada skor 13-10.

Jarak makin lebar hingga skor 18-13.

Game point direbut Jonatan dengan skor 20-13.

Kemenangan bagi Indonesia setelah Jonatan menang 21-14.

Baca juga: 5 Momen Atlet 2020: Greysia Polii Menikah, Polemik Kevin Sanjaya Vs Wilona, Jojo dan Shanju Pacaran?

Baca juga: Potret 5 Atlet Bulutangkis Rayakan HUT RI, Kevin Sanjaya: Ini Pertama Kalinya Saya Sampai Menangis

Sebelumnya, kemenangan disumbangkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto untuk tim Indonesia.

Di set pertama, Fajar/Rian unggul dengan skor 21-12.

Set kedua, serangan dari He Ji Ting/Zhou Hao Dong membuat Fajar/Rian tertinggal tipis dengan skor 5-7.

Fajar/Rian terus berusaha menekan lawan hingga angka menjadi 8-8.

Beberapa pukulan smash Rian tak bisa dikembalikan lawan hingga interval dalam skor 11-10.

Fajar/Rian semakin agresif hingga bisa meraih game point di set kedua.

Game pun berakhir dengan skor 21-19.

Selebrasi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di Korea Open 2019 -
Selebrasi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di Korea Open 2019 - (AFP Photo/Jung Yeon-je)

Baca juga: Bangun Chemistry Bareng Tandem yang Pendiam, Fajar Alfian Kerap Pakai Tingkah Jahil ke Rian Ardianto

Baca juga: Rian Ardianto Sebut Asian Games 2018 jadi Momen Paling Berkesan Sekaligus Paling Nyesek, Kenapa?

Sebelumnya, Anthony Sinisuka Ginting melawan Lu Guang Zu.

Ginting sempat tertinggal dengan skor tipis 18-21 di set pertama.

Permainan di set kedua, Ginting masih sering melakukan kesalahan sendiri sehingga menguntungkan Guang Zu.

Namun, skor masih terbilang ketat dan terus berkejaran.

Permainan makin memanas dengan dukungan penuh penonton baik dari tim Indonesia maupun tim China.

Dropshot silang yang dilakukan Ginting sering berhasil mengecoh Guang Zu hingga ke skor 18-10.

Ginting terus mencoba memaksa lawan untuk rubber game dengan skor 21-14.

Di set penentuan, lucky net ball lemparan Ginting berhasil membuat stadion bergemuruh.

Serangan demi serangan dilancarkan Ginting hingga membuat Guang Zu kewalahan, skor sementara 9-2.

Interval game pun direbut Ginting terlebih dahulu dengan skor 11-4.

Kedudukan menjadi jauh saat Ginting terus menekan lawan hingga ke skor 21-14.

Tim Indonesia di ajang Thomas Cup 2020
Tim Indonesia di ajang Thomas Cup 2020 (badmintonindonesia.org)

Baca juga: Bahas Keakraban MomoGi, Anthony Ginting Akui Pernah Beri Semangat Kento Momota saat Alami Kecelakaan

Baca juga: 10 Tahun Bencana Nuklir Jepang, Kento Momota Tertahan di Indonesia: Aku Benar-benar Merasa Sendirian

Berikut rekap hasil final Thomas Cup 2020 Indonesia vs China:

  1. Anthony Sinisuka Ginting vs Lu Guang Zu: 18-21, 21-14, 21-14
  2. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs He Ji Ting/Zhou Hao Dong: 21-12, 21-19
  3. Jonatan Christie vs Li Shi Feng: 21-14, 18-21, 21-14
  4. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Daniel Marthin vs Liu Cheng/Wang Yi Lyu: tidak dimainkan
  5. Shesar Hiren Rhustavito vs Weng Hong Yang: tidak dimainkan

(TribunPalu.com/Isti Prasetya)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved