Breaking News:

UIN Datokarama Palu

Mantan Presma UIN Datokarama Bicara Dampak Teknologi Terhadap Perilaku Kaum Muda

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Datokarama Palu menggelar Sharing Kepemudaan di hari kedua Expo Kampus, Jumat (5/11/2021).

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Mantan Presma UIN Datokarama Moh Rizal Liara menjadi narasumber Sharing Kepemudaan di Expo UIN Datokarama Jl Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Datokarama Palu menggelar Sharing Kepemudaan di hari kedua Expo Kampus, Jumat (5/11/2021).

Kegiatan itu menghadirkan Mantan Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Datokarama Moh Rizal Liara. 

Rizal menilai, masifnya pembangunan infrastruktur saat ini berbanding terbalik dengan karakter sejumlah masyarakat khususnya pemuda. 

Ia mencontohkan bagaimana saat ini pemuda rentan mengalami gangguan psikis akibat kemajuan teknologi. 

"Sekarang semua informasi baik maupun buruk mudah didapatkan lewat internet. Karena semua serba ada, tidak heran kerusakan mental anak-anak muda tidak bisa dibendung. Sekarang saja anak SD sudah main cinta-cintaan," kata Rizal. 

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam itu menuturkan, kualitas informasi seperti tontonan sangat mempengaruhi psikologis seseorang. 

Sementara, kata Rizal, kebanyakan konten informasi di Indonesia terkesan tidak mendidik. 

"Konten-konten yang disukai dan viral malah seperti joget-joget di pinggir jalan. Tontonan seperti ini sebenarnya merusak tapi orang-orang tidak sadar," ungkapnya. 

"Sekarang serba ada tapi kehidupan sempit. Infrastruktur dibangun megah tapi mentalitas, spiritual dan moral rendah," tutur Rizal menambahkan. 

Terkait dunia kerja saat ini, ia menyebut seorang sarjana harus memiliki cita-cita di atas rata-rata kebanyakan orang. 

Kondisi jauh berbeda dibanding dengan anak-anak muda zaman dahulu. 

"Dulu lapangan pekerjaan terbuka luas, apalagi untuk sarjana. Bisa dibilang saat itu orang pemalas saja yang tidak dapat kerja. Sekarang kondisinya terbalik. Maka pemuda harus punya tujuan dan cita-cita di atas rata-rata," ucap Rizal.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved