Banggai Hari Ini
PT KFM Beri Penjelasan Pasca-warga Protes Dampak Lingkungan dan Blokade Jalur Produksi
Manajemen PT Koninis Fajar Mineral (KFM) menepis isu tudingan perusahannya tak bertanggung jawab atas dampak lingkungan di Desa Tuntung, Banggai
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Manajemen PT Koninis Fajar Mineral (KFM) menepis isu tudingan perusahannya tak bertanggung jawab atas dampak lingkungan di Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (6/12/2021).
Wakil Kepala Teknik Tambang PT KFM Najmi Ramadan, menyatakan, keruhnya air bersih yang dikeluhkan warga sudah ditindaklanjuti dengan membuat sumur suntik.
"Sekarang dalam proses pembuatan sumur suntik di Desa Tuntung. Kalau di Desa Pongian sudah jadi," kata dia, Senin siang.
Dia juga meluruskan keraguan terkait satu sumur suntik tidak mampu melayani kebutuhan air bersih warga.
"Sebenarnya bukan berapa sumurnya, tetapi berapa besar debit airnya," kata dia.
Baca juga: Potret Pasar Moroseneng Morowali Utara, Becek Usai Diguyur Hujan
Baca juga: Lowongan Kerja Kontrak di Ruangguru Terbaru Desember 2021 Penempatan di Sumatera hingga Jawa
Secara tekhnis, lanjut dia, pembuatan sumur suntuk sudah dihitung.
Hasilnya, satu sumur suntik mampu melayani kebutuhan air bersih warga di Dusun 1 Desa Tuntung yang dihuni 100 kepala keluarga lebih.
Staf Community Development PT KFM Triwidy Kuncoro membantah tudingan tercemarnya sungai Tuntung karena aktivitas pertambangan nikel dari perusahaannya.
"Kalau hujan, sungai juga keruh. Sebenarnya, aktivitas tambang kami itu lebih ke sungai Pongian bukan sungai Tuntung," kata Triwidy.
Olehnya itu, PT KFM akan membangun bendungan di sungai Pongian agar masyarakat bisa menikmati kebutuhan air bersih dengan baik.
"Bendungan masih dalam proses pengerjaan," kata dia.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Selasa 7 Desember, BMKG: Makassar Hujan Lebat sejak Pagi, Jambi Berkabut
Sedangkan tudingan dampak lingkungan terhadap perkebunan warga seperti cengkih juga dibantah manajemen PT KFM.
Kepala Teknik Tambang, Arsal mengaku, ada perkebunan cengkih milik perusahaan yang tumbuh subur.
Padahal lokasinya hanya lima meter dari jalur koridor pertambangan nikel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Proses-pembuatan-sumur-suntik-di-Desa-Tuntung.jpg)