Rekaman Video Jadi Bukti, Terungkap Fakta Wanita Muda Ngaku Dipaksa Hubungan Badan Oleh Oknum Polisi

Beberapa waktu lalu, seorang wanita muda di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan mengaku telah dipaksa berhubungan badan oleh oknum polisi.

Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUN MEDAN
Ilustrasi video syur 

TRIBUNPALU.COM - Beberapa waktu lalu, seorang wanita muda di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan mengaku telah dipaksa berhubungan badan oleh oknum polisi.

Dalam pengakuannya, wanita muda itu dipaksa berhubungan badan oleh Bripka IS (39) dengan sebuah ancaman.

Namun fakta baru mengenai kasus itu kini terungkap melalui rekaman video di kamar hotel.

Dalam rekaman video tersebut, wanita muda yang berinisial IN (20) tahun itu terlihat memotong kuku Bripka IS.

Keduanya tampak mesra saat berada di kamar hotel selayaknya pasangan suami istri.

Baca juga: Dosen Beristri Paksa Mahasiswi Berhubungan Badan, Kos Sering Didatangi hingga Diancam Nilai Jelek

IN awalnya mengaku hamil dua bulan usai dipaksa oleh Bripka IS untuk berhubungan badan.

Wanita muda ini mengaku terpaksa melayani IS lantaran takut suaminya yang seorang tahanan narkoba dipindah penahanannya ke Nusakambangan.

Namun, semua perkataan IN adalah bohong belaka.

Ternyata IN dan IS suka sama suka saat keduanya berhubungan badan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi menjelaskan, IN (20) ternata sudah ditalak cerai oleh FP (59) sang suami yang juga Napi Narkoba.

Talak itu disampaikan FP melalui pesan suara.

"Sehingga rasanya, kurang tepat jika FP melaporkan istrinya berzina, karena wanita ini sudah bercerai," jelasnya.

Supriadi juga mengatakan IN ditalak cerai suaminya pada September 2021 lewat pesan suara.

Dan buktinya yakni berupa rekaman suara di WhatsApp.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved