Senin, 13 April 2026

3 Tahun Bencana Sulteng

Bahas Nasib Penyintas, Warga Huntara Palu Ingin Bertemu Presiden Jokowi

Sri dan penghuni lainnya di huntara tersebut belum mendapat kejelasan terkait Hunian Tetap (Huntap) dari pemerintah sehingga bertahan di tempat itu.

Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/ALAN
Sri Tini Haris, Penyintas bencana 2018 Kota Palu di huntara, Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM,PALU - Sri Tini Haris, Penyintas bencana 2018 Kota Palu kini masih menempati sepetak ruang berdinding tripleks di Hunian Sementara (Huntara).

Sri dan keluarganya tinggal di huntara, Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sri dan penghuni lainnya di huntara tersebut belum mendapat kejelasan terkait Hunian Tetap (Huntap) dari pemerintah sehingga bertahan di tempat itu.

Sudah tiga tahun pascagempa, Sri dan rekan-rekannya mendiami Huntara.

Rumahnya hancur ditelan bumi pada peristiwa likuifaksi 2018.

Baca juga: Pascabencana Gempa Bumi, Pemkot Palu Sarankan Masyarakat Patuhi Peraturan Pembangunan Rumah

Sri berencana berjumpa dengan Presiden Jokowi Widodo untuk menyampaikan keluh kesahnya selama di pengungsian.

"Saya bersama rekan-rekan yang lain berencana ingin pergi ke Jakarta menemui Jokowi untuk mengadu tentang nasib kami penyintas ini," kata Sri Tini Haris dengan mata sembab kepada TribunPalu.com, Sabtu (18/12/2021).

Sri menginginkan agar masalah para penyintas diperhatikan dan menjadi perhatian utama pemerintah setempat.

"Harapan saya jadikan kami seperti manusia. Kita ini sudah susah baru tidak dimanusiakan, saya tidak minta uangnya pemerintah. Saya cuman menuntut hak kami sebagai Penyintas,"  tutur Sri Tini Haris sambil mengelus dadanya.

Baca juga: LIVE STREAMING: Cerita Lurah Petobo dan Balaroa 3 Tahun Pascagempa

Sri menyebut banyak warga di Huntara luntang-lantung kehidupannya karena kehilangan sanak saudara dan harta.

"Kalau misalnya dapat bantuan seperti beras satu liter dari orang itu kami senang sekali. Karena tidak mungkin saya makan di tetangga yang juga menangis kelaparan," ucapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved