Update Kasus Pelecehan Seksual di KPI, 8 Karyawan yang Diduga sebagai Pelaku Diputus Kontrak

Sekarang korban MS tinggal fokus menagih janji pengusutan tuntas yang dilontarkan Polres Jakarta Pusat. Kita semua menunggu perkembangan proses hukum

Editor: Bobby Wiratama
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Gedung Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang berlokasi di Jalan. Ir. H Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNPALU.COM -  Muhammad Mualimin, kuasa hukum korban pelecehan seksual berdasar perundungan berinisial MS mengapresiasi keputusan pimpinan KPI Pusat yang tidak memperpanjang kontrak kerja delapan terduga pelaku.

Dirinya menilai, pemutusan kontrak tersebut menunjukkan kalau para pelaku memang tak layak untuk menerima gaji.

"Walau para pelaku belum dihukum karena Polisi masih melakukan penyelidikan, setidaknya putusnya kontrak kerja jadi bukti bahwa pelaku tak layak menerima gaji dari negara," kata Mualimin kepada Tribunnews.com, Jumat (7/1/2022).

Dengan begitu, kini kliennya tinggal menunggu langkah dari kepolisian dalam hal ini Polres Metro Jakarta Pusat yang sedang mengusut perkara hukum dalam kejadian ini.

Sebab kata Mualimin, hingga kini belum ada kabar terkait perkembangan terkait perkara tersebut.

"Sekarang korban MS tinggal fokus menagih janji pengusutan tuntas yang dilontarkan Polres Jakarta Pusat. Kita semua menunggu perkembangan proses hukum," ucapnya.

Baca juga: 19 Calon Pendaftar KPID Sulteng Lolos Uji Kompetensi, Cek Namanya

Baca juga: DPRD Sulteng Soroti Lambatnya Realisasi Pembangunan Huntap untuk Korban Bencana

Korban sedikit lega

Mualimin pun mengatakan keputusan dari KPI telah membuat perasaan dari MS sedikit lega.

Kata dia, hal ini merupakan permulaan yang baik terhadap penanganan kasus ini.

"Itu awal yang cukup bagus ya. Saat kasus hukum mandek, putusnya kontrak kerja Para Pelaku Perundungan dan Pelecehan Seks sedikit memberi rasa lega di hati MS," katanya.

Lebih jauh kata Mualimin, jika KPI menerapkan keputusan tersebut, artinya komisi pengawas penyiaran itu sudah berbenah.

Bahkan kata dia, dengan langkah ini, maka diyakini publik akan kembali percaya kepada KPI.

"Saya pikir publik pun pelan pelan mulai percaya lagi pada KPI yang dulu sempat dianggap tak peka pada korban, tidak responsif, tidak tegas atau serba blunder," ucapnya.

"Citra KPI yang kemarin terlihat konyol dan abai, pelan pelan mulai luntur. Saya yakin publik mulai memandang positif pada KPI setelah ini," sambungnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved