Atasi Peradangan dengan Memanfaatkan 5 Bahan Alami Berikut: Markisa, Kunyit hingga Kayu Manis
Bahan alami yang dapat redakan peradangan yakni mulai dari dark chocolate, markisa, jahe, kayu manis hingga kunyit.
TRIBUNPALU.COM – Peradangan atau inflamasi merupakan suatu respons alami tubuh terhadap cedera serta infeksi.
Tak hanya karena cedera atau infeksi, namun peradangan juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti :
- Diabetes
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Peradangan kronis
- Diet
- Kurang tidur
- Stres
- Penyakit jantung
- Kanker
Meski begitu, peradangan umumnya dapat diatasi dengan berbagai obat-obatan.
Namun, peradangan juga dapat diatasi dengan berbagai bahan-bahan alami yang terdapat di sekitar Anda.
Melansir dari Healthline, berikut bahan alami yang dapat redakan inflamasi :
1. Dark chocolate
Flavanol dan antioksidan yang ditemukan dalam produk kakao memiliki sifat antiinflamasi yang dapat melindungi kesehatan pembuluh darah, berpotensi mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
Baca juga: Minimalisir Risiko Sakit Jantung Koroner dengan Memanfaatkan Ketumbar
Tak hanya itu, dark chocolate atau cokelat yang tidak terlalu manis ini juga diketahui mampu meningkatkan kinerja dan pemulihan olahraga.
Kandungan flavanol dalam dark chocolate dapat menjaga kerusakan pembuluh darah akibat stres oksidatif, yang terjadi seiring bertambahnya usia dan pada orang yang merokok, dengan meningkatkan produksi oksida nitrat.
Oksida nitrat adalah senyawa yang dapat mengurangi peradangan dan mendukung aliran darah yang sehat.
Semakin tinggi persentase kakao yang terkandung dalam cokelat,maka akan semakin banyak flavanol dan sifat antioksidan yang dimilikinya.
Meski begitu, rasa cokelat yang mengandung kakao lebih banyak maka mungkin sedikit kurang enak, karena persentase kakao yang tinggi meningkatkan rasa pahit.
2. Markisa
Ekstrak dari markisa telah lama digunakan dalam obat-obatan herbal untuk mengobati kecemasan dan gangguan kejang.
Hal ini dikarenakan markisa mengandung senyawa anti inflamasi dan antioksidan yang kuat, seperti flavonoid, piceatannol, dan triterpenoid, yang dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah tinggi.
Sebuah Satu studi menemukan bahwa ekstrak piceatannol dari buah markisa meningkatkan sensitivitas insulin, tekanan darah, dan detak jantung pada pria dengan kelebihan berat badan.
Namun, itu tidak memiliki efek yang sama pada wanita dengan berat badan sedang atau wanita dengan kelebihan berat badan.
3. Kunyit
Kurkumin atau kunyit memiliki manfaat kesehatan anti-inflamasi yang melindungi kesehatan otak dan melawan diabetes, penyakit jantung, penyakit usus, radang sendi, peradangan terkait obesitas, dan kanker.
Curcumin adalah senyawa aktif dalam kunyit yang memberikan bumbu dengan sifat antioksidan dan anti inflamasi.
Menggabungkan kurkumin dengan piperin, bahan aktif dalam lada hitam diketahui dapat meningkatkan penyerapan kunyit ke tubuh Anda, membuat lebih banyak senyawa kuat ini tersedia untuk mengurangi peradangan.
4. Jahe
Jahe biasa ditemukan dalam makanan yang dimasak dan minuman panas dan menjadi salah satu rempah-rempah untuk penambah cita rasa makanan.
Komponen aktif utama yang terkandung dalam jahe yakni gingerol dan shogaol yang mampu meningkatkan enzim yang terkait dengan peradangan yang disebabkan oleh obesitas, rheumatoid arthritis, penuaan, dan penyakit neurokognitif.
Studi menunjukkan bahwa ekstrak jahe utuh, atau 6-shogaol, dapat mengurangi peradangan paru-paru kronis.
Satu studi in vitro menunjukkan bahwa hal terseut dapat digunakan sebagai pengobatan terapeutik untuk asma.
5. Kayu manis
Kayu manis terkenal karena perannya dalam mengurangi kadar gula darah.
Tikus dengan diet tinggi lemak yang dilengkapi dengan ekstrak polifenol dari kulit kayu manis mengalami pengurangan peradangan dari jaringan adiposa dan meningkatkan resistensi insulin.
Baca juga: 4 Makanan yang Baik Dikonsumsi bagi Penderita Diabetes: Coba Manfaatkan Ketumbar dan Biji-bijian
Namun, penelitian pada manusia telah menghasilkan hasil yang berbeda.
Sebuah penelitian justru menunjukkan bahwa suplementasi dengan kayu manis secara signifikan mengurangi sebagian besar penanda peradangan.
Meski begitu, kayu manis tidak dapat mengatasi peradangan yang terjadi pada diabetes tipe 2 dengan maksimal.
(TribunPalu.com/Linda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-nyeri-sendi-pada-tubuh.jpg)