Minggu, 12 April 2026

DPRD Sigi

Legislator Nasdem Sorot 2 Proyek Puskesmas Mangkrak di Sigi

Mangkraknya pembangunan kedua fasilitas kesehatan itu mendapatkan perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sigi.

Editor: mahyuddin
handover
Kondisi Puskesmas Towulu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang pembangunannya mangkrak beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pembangunan dua fasilitas kesehatan di Kabupaten Sigi hingga saat ini belum berlanjut. 

Informasi dihimpun TribunPalu.com Selasa (15/2/2022), dua fasilitas kesehatan mangkrak itu adalah Puskesmas Towulu Kecamatan Kulawi dan Puskesmas Rawat Inap di Desa Banasu Kecamatan Pipikoro

Mangkraknya pembangunan kedua fasilitas kesehatan itu mendapatkan perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sigi.

Wakil Ketua II DPRD Sigi Imran Latjedi menyanyangkan adanya dua pembangunan fasilitas kesehatan di Kulawi dan Pipikoro yang terhenti. 

Baca juga: Orangtua 2 Legislator DPRD Sigi Wafat, Bertepatan Masa Reses Persidangan Kedua

Legislator Partai Nasdem itu mengatakan, Puskesmas di Desa Towulu dan Puskesmas Rawat Inap di Desa Banasu merupakan harapan masyarakat Kulawi dan Pipikoro agar tersedianya fasilitas dalam hal pelayanan kesehatan. 

"Salah satu harapan masyarakat Kulawi terkhusus di Desa Towulu dan sekitarnya adalah tersedianya fasilitas dalam hal pelayanan kesehatan, begitu pula harapan masyarakat di Pipikoro dengan dibangunnya puskesmas rawat inap di Desa Banasu," ujar Imran, Selasa (15/2/2022).

Menurutnya, kedua pembangunan puskesmas itu mangkrak disebabkan kondisi alam disekitar tersebut. 

"Namun apa boleh buat dengan berbagai alasan dan kondisi alam, jadinya kedua puskesmas rawat inap tersebut tidak selesai dikerjakan dalam masa waktu di siapkan," kata Wakil Ketua II DPRD Sigi itu.

"Saat ini telah putus kontrak karena tak satupun pekerjaan mencapai 70 persen," tutur Imran menambahkan.

Baca juga: Ketua DPRD Sigi Salurkan 10 Kambing Baznas ke Desa Loru dan Bulupontu

Mantan Kades Lolu itu menuturkan, anggaran pembangunan kedua Puskesmas di Kulawi dan Pipikoro tersebut mencapai Rp17 miliar.

"Anggaran sudah tersedia tapi tak dimanfaatkan dengan baik oleh pengelola yang besarannya anggaran mencapai Rp 17 miliar dari dua puskesmas tersebut," jelas Imran.

Imran berpesan agar hal tersebut menjadi pelajaran untuk semua perusahaan dan pihak ketiga dalam pengerjaan fasilitas kesehatan di wilayah Mareso Masagena. 

"Kita berharap semoga dua puskesmas itu kedepannya bisa dilanjutkan hingga warga disana bisa merasakan manfaat dari fasilitas kesehatannya," ucap Imran.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved