JOB Tomori

JOB Tomori-SKK Migas Resmikan RPIA Siboli, Terbuat dari 3.120 Botol Ecobrik

Manajemen JOB Tomori dan SKK Migas Kalsul meresmikan RPIA Siboli di Desa Paisubololi, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kam

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ASNAWI ZIKRI
Manajemen JOB Tomori dan SKK Migas Kalsul meresmikan RPIA Siboli di Desa Paisubololi, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (24/3/2022). Rumah tahan gempa ini terbuat dari limbah plastik. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) bersama SKK Migas Kalimantan-Sulawesi (Kalsul) meresmikan Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak (RPIA) Siboli, di Desa Paisubololi, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (24/3/2022).

RPAI merupakan rumah tahan gempa. Proses pembuatannya memanfaatkan sampah plastik berupa 3.120 botol ecobrik.

Ribuan ecobrik itu terdiri dari 780 kilogram limbah anorganik dan 3.120 botol limbah plastik.

Botol-botol itu disusun rapi hingga menutupi dinding rumah dan sekat ruangan.

Pembuatan RPIA Siboli mendapat dukungan penuh dari JOB Tomori selaku perusahaan hulu Migas yang beroperasi di wilayah Kecamatan Batui Selatan.

Rumah ini sebagai tempat pengembangan keterampilan, kreativitas, dan kompotensi untuk ibu dan anak di Desa Paisubololi dengan pembelajaran seni budaya; musik, menari, dan menyanyi.

Baca juga: Jadwal Swiss Open 2022 Hari Ini: 6 Wakil Indonesia Perjuangkan Tiket Semifinal Jojo hingga Ginting

RPIA juga dilengkapi fasilitas internet untuk mempermudah warga Desa Paisubololi mengakses informasi.

Kepala Desa Paisubololi, Retmon Samaduy mengucapkan terima kasih kepada JOB Tomori dan SKK Migas karena telah membangun RPIA Siboli.

Ia berharap ke depan RPIA selalu mendapat perhatian serius dari JOB Tomori. Apalagi lokasinya satu kompleks dengan PAUD, TK, maupun SD.

Senior Manager Humas SKK Migas Kalsul, Wisnu Wardhana mengaku pengelolan sumber daya alam di daerah ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

Baik kepada pemerintah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun program-program CSR yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di sekitar daerah operaaional perusahaan.

"Salah satu bunti nyata program CSR adalah rumah pemberdayaan ibu dan anak di Desa Paisubololi ini," tutur Wusnu.

Baca juga: Prostitusi Online Libatkan Anak di Bawah Umur, Celana Dalam, Kondom dan Tisu Magic jadi Barang Bukti

Pembangunan RPIA Siboli atas kesadaran penuh bahwa pentingnya peran ibu untuk menjaga, memelihara, dan menyiapkan generasi penerus yang handal.

Harapannya, RPIA memberikan manfaat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi penerus di Desa Paisubololi.

Sementara itu, Business Support Ssnior Manager JOB Tomori Edy Sofyan menyatakan, program RPIA diharapkan bisa memberdayakan ibu dan anak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Terutama soal pengetahuan tentang kesehatan nutrisi ibu dan anak dengan baik.

RPIA sangat potensial untuk mencerdaskan masyarakat yang berdampingan dengan potensi sumber daya agas alam.

"Saya lihat di sini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," kata Edy. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved