Renovasi Sarinah Rampung, Teten Masduki Berharap Gedung Bersejarah Tersebut Jadi Pusat Promosi UMKM
Hal ini disampaikan Teten saat bersama kepala dinas koperasi dan UKM dari berbagai provinsi berkunjung ke Gedung Sarinah.
TRIBUNPALU.COM - Revitalisasi gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin, Tanah Abang, Jakarta Pusat sudah rampung dan secara resmi kembali dibuka untuk umum, Senin (21/3/2022) lalu.
Sejumlah pengunjung pun dibuat takjub dengan tampilan baru bangunan yang mengusung tema modern ini.
Meski direvitalisasi, para tenant atau penyewa usaha di Sarinanh tetap sama.
Sebagian besar dari mereka menjajakan barang lokal seperti batik dan pernak-pernik lainnya.
Tampilan baru Gedung Sarinah inipun menjadi sorotan dalam kunjungan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki pada Rabu (30/03/2022).
Di kunjungannya tersebut, Teten mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan Sarinah sebagai tempat promosi produk unggulan daerah masing-masing, terutama yang diproduksi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal ini disampaikan Teten saat bersama kepala dinas koperasi dan UKM dari berbagai provinsi berkunjung ke Gedung Sarinah.
Kehadiran para kepala dinas tersebut di Jakarta adalah dalam rangka mengikuti gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transformasi Digital dan Pendataan Lengkap Koperasi dan UMKM Tahun 2022.
Baca juga: Tak Bisa Menikmati Momen Ramadhan Bersama, Doni Salmanan dan Dinan Mengaku Berat
Baca juga: Berapa Harga iPhone SE Sekarang? Berikut Daftar Harga Terbaru iPhone per Maret 2022 di iBox
“Produk UMKM itu bisa jadi berkelas karena rumahnya sendiri dan narasinya sendiri. Dulu saya agak ngotot ke pengelola mal agar 20 persen space diberikan untuk UMKM. Tapi ternyata itu bukan rumah mereka, enggak bisa bersaing (pelaku UMKM). Nah ini Sarinah jadi rumah UMKM yang nyaman,” ujar Teten, dikutip dari laman resmi Kemenkop UKM
Menkop UKM menambahkan, Sarinah dapat menjadi contoh nyata bagi pemerintah daerah untuk membangun rumah bagi UMKM. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan gedung tua milik pemerintah yang diubah menjadi tempat oleh-oleh yang nyaman dan memiliki kualitas produk berdasarkan kurasi terlebih dahulu.
“Jadi ke depan UMKM itu harus punya narasi kuat untuk menjualnya dan punya tempat sendiri. Kita ini punya banyak gedung-gedung tua di banyak daerah. Jadi jangan lagi jualan di emperan, enggak bakal dihargai,” tuturnya.
Selain itu, Teten juga mendorong pemerintah daerah untuk memiliki agregator yang dapat menampung produknya, di mana nantinya dapat ditampilkan di Sarinah.
“Saya usul daerah itu harus punya agregator, baik itu koperasi atau perusahaan daerah yang membeli dulu produknya, nanti dari perusahaan daerah itu baru masuk ke Sarinah. Tentu nanti kurasi dan sebagainya antara agregator daerah dengan Sarinah. Kalau satu per satu kan akan rumit. Jadi peran agregator itu sangat penting dalam sistem produksi yang kecil atau mikro. Inikan sulit suplai mereka untuk stabil, baik kuantitas dan kualitas. Sehingga bisa di substitusi oleh yang lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Sarinah Fetty Kwartati menyambut baik upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong produk UMKM untuk naik kelas.
“Sarinah yang baru ini sangat erat kaitannya dengan Kemenkop UKM. Kita bisa lakukan sinergi secara lebih luas, di mana dari hulu ke hilir dapat di-take care dengan baik serta Sarinah mampu memberikan akses kepada market dan capacity building sehingga UMKM dapat naik kelas,” kata Fetty.