'Semakin Berdarah', Kali Ini Ancaman Rusia ke Inggris Tidak Main-main, Eropa Makin Memanas!
Rusia tak henti-hentinya melancarkan serangan ketika perang di Ukraina hampir memasuki pekan ke-6.
Apa yang terjadi saat ini menurutnya merupakan bukti berwenang Ukraina telah secara efektif diserahkan kendalinya kepada sekutu Barat mereka.
“Duta Besar AS (untuk Rusia John) Sullivan mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa kepemimpinan Ukraina enggan membuat keputusan praktis, mereka ingin orang lain memutuskan untuk mereka, terutama Amerika,” katanya.
Selain itu pada 24 Maret, Inggris mengumumkan keputusan untuk mengirim 6.000 rudal anti-tank dan high-explosive, bahkan £25 juta dalam bentuk dukungan keuangan untuk militer Ukraina.
Ini membawa jumlah total bantuan mematikan defensif yang dikirimkan ke lebih dari 10.000 rudal pada hari itu.
Langkah ini pun dianggap berlebihan hingga bisa menimbulkan perang dengan skala yang lebih besar bahkan bisa memicu perang dunia ketiga.
Namun, ini bukan pertama kalinya Rusia mengancam serangan bersenjata atas pasokan.
Sebelumnya pada bulan Maret, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov telah memperingatkan bahwa Rusia akan menyerang jalur pasokan senjata dari negara-negara barat.
"Kami memperingatkan Amerika Serikat bahwa pasokan senjata yang diatur dari sejumlah negara bukan hanya langkah berbahaya, itu adalah langkah yang mengubah konvoi ini menjadi target yang sah," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov kepada televisi pemerintah, Sabtu.
Putin Perintahkan Perkuat Perbatasan Barat Rusia
Laporan terbaru, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan perintah terbaru Valdimir Putin pada 1 April 2022. Bahwa Putin telah memerintahkan militer untuk memperketat keamanan di perbatasan barat. Apakah ada potensi penyerangan ke Rusia dari daerah ini?
Juru bicara Peskov menegaskan bahwa beberapa negara sedang membangun potensi militer mereka di dekat perbatasan barat Rusia. Namun, Peskov tidak menyebutkan nama negara mana pun.
Baca juga: Provokasi Ukraina Buat Putin MURKA, Tuding Rusia Lakukan Pembantaian Massal pada Warga Sipil
Ia hanya mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu sedang menyusun rencana keamanan untuk melindungi Rusia dari bahaya apa pun. Serta untuk memastikan bahwa "tidak ada yang memikirkannya" tentang menyerang Rusia.
Di sisi lain, Wakil Kepala Kantor Presiden Ukraina, Kyrylo Tymoshenko, baru-baru ini mengatakan bahwa Rusia dan Ukraina terus melakukan pertukaran tahanan pada 1 April. Selama pertukaran ini, menurut Tymoshenko, 86 prajurit Ukraina, termasuk 15 wanita, dibebaskan dan aman.
Tymoshenko tidak mengungkapkan berapa banyak tentara Rusia yang telah ditukar dengan pihak Ukraina.
Perjanjian pertukaran tahanan adalah hasil dari negosiasi damai yang sedang berlangsung, menurut Reuters.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/jadi-negara-nuklir-terkuat-vladimir-putin-percaya-diri-perintahkan-militernya-mode-tempur.jpg)