Rabu, 8 April 2026

'Semakin Berdarah', Kali Ini Ancaman Rusia ke Inggris Tidak Main-main, Eropa Makin Memanas!

Rusia tak henti-hentinya melancarkan serangan ketika perang di Ukraina hampir memasuki pekan ke-6.

Kolase TribunPalu.com/Handover
Jadi Negara Nuklir Terkuat, Vladimir Putin Percaya Diri Perintahkan Militernya Mode Tempur 

TRIBUNPALU.COM - Rusia tak henti-hentinya melancarkan serangan ketika perang di Ukraina hampir memasuki pekan ke-6.

Dampak dari perang yang berawal dari invasi Rusia pada 24 Februari 2022 lalu tidak main-main.

Ukraina mengklaim, korban tewas akibat perang di negaranya telah mencapai 20 ribu jiwa.

Sementara 10 juta warga harus mengungsi meninggalkan rumah mereka yang digempur militer Rusia.

Namun pada Sabtu (2/3/2022), Ukraina mengatakan bahwa akhrinya pihak mereka telah mendapatkan kembali kendali atas wilayah Kyiv.

Baca juga: Zelensky Tuduh Rusia Lakukan Genosida di Bucha: Ibu dari Tentara Rusia Harus Lihat Jasad di Bucha

Hal itu dipastikan setelah banyak pasukan Rusia mulai mundur dari sekitar ibu kota dan kota Chernigiv.

Kini Rusia tampaknya berfokus pada wilayah Ukraina timur dan selatan karena telah menguasai sebagian besar wilayah.

"Rusia memprioritaskan taktik yang berbeda, yakni mundur ke timur dan selatan," kata penasihat presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak melalui media sosial.

"Tanpa senjata berat kami tidak akan bisa mengusir (Rusia)," katanya.

Meski gembar-gembor tak dibantu oleh negara manapun, baru-baru ini terdapat fakta mengejutkan mengenai ikut campurnya NATO dan Inggris secara langsung.

Melansir dari Intisari Online, ternyata Inggris bersama dengan negara-negara NATO lainnya, telah memberikan bantuan militer penting kepada pasukan militer Ukraina.

Bahkan lebih mengejutkan, baru-baru ini di tengah konferensi pendukung, Inggris menjanjikan pasokan senjata tambahan dan lebih mematikan ke Ukraina.

Baca juga: Takut Dibunuh dan Dikudeta Usai Pecat 8 Jenderal Rusia, Putin Diyakini Gunakan Tubuh Pengganti

Mendengar ikut campurnya negara Barat urusannya dengan Ukraina, Rusia kini bersiap membalas dengan mengancam konsekuensi yang mengerikan.

Melansir dari TASS, Duta Besar Rusia untuk Inggris Andrey Kevin mengatakan bahwa jika artileri jarak jauh Inggris dan senjata anti-kapal diberikan ke Kyiv.

Oleh karena itu, alutsista berbedera Inggris itu disebut oleh mereka akan menjadi target yang sah bagi tentara Rusia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved