Demo 11 April di Palu
Cuaca Terik, Sejumlah Mahasiswa Batalkan Puasanya saat Demo 11 April di Palu
Sejumlah massa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa se Kota Palu terpaksa membatalkan puasanya saat menggelar aksi demo.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta
TRIBUNPALU.COM, PALU - Sejumlah massa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa se Kota Palu terpaksa membatalkan puasanya saat menggelar aksi demo.
Demo itu berlangsung di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulteng, dan digelar serentak di seluruh Indonesia, Senin (11/4/2022) siang.
Mahasiswa se Kota Palu sendiri bergerak turun ke jalan menentang sejumlah isu.
Seperti menolak, dan desak penghentian isu perpanjangan masa jabatan dan penundaan pemilu.
Kemudian stabilkan harga sembako terutama minyak goreng, stabilkan harga bahan bakar minyak (BBM), gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di Sulteng, dan stop arogansi aparat dalam penanganan massa aksi.
Pantauan TribunPalu.com, Pukul 11.45 Wita, sejumlah mahasiswa tergabung dalam aksi itu nampak menuju ke kios tak jauh dari lokasi itu.
Baca juga: Cari Jalan Lain, Akses Jl Sam Ratulangi Palu Ditutup Selama Demo Mahasiswa di Depan DPRD Sulteng
Di tengah teriknnya matahari, beberapa mahasiswa terpaksa harus membatalkan puasannya siang itu.
Salah seorang mahasiswa Opan (20) mengatakan, Ia membatalkan puasa lantaran terik matahari yang panas.
"Tadi sahur, cuma karena panas, tambah teriak-teriak, jadi putuskan berbuka," katanya.
Adapun pada aksi itu, Mahasiswa aksi diizinkan masuk ke dalam kantor Dprd Sulteng untuk berdialog.
Itu setelah beberapa jam para massa dengan berbeda almamater tersebut berorasi di depan kantor Dprd Sulteng. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/sejumlah-massa-tergabung-dalam-aliansi-mahasiswa-sd.jpg)