Lebaran 2022

Penumpang Angkutan Laut Mulai Melonjak di Pelabuhan Palu, Puncaknya Diprediksi Akhir Pekan Depan

Lonjakan penumpang angkutan laut mulai terjadi di Pelabuhan Pantoloan Palu, Sabtu (23/4/2022) siang.

Penulis: Jolinda Amoreka | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/REGINA GOLDIE
Lonjakan penumpang angkutan laut mulai terjadi di Pelabuhan Pantoloan Palu, Sabtu (23/4/2022) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -  Lonjakan penumpang angkutan laut mulai terjadi di Pelabuhan Pantoloan Palu, Sabtu (23/4/2022) siang.

“Pemudik berangkat dengan rute Balikpapan-Surabaya, terbanyak itu penumpang yang akan menuju Surabaya,” kata Kepala PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Palu, Ismed Mulyadi di Pelabuhan Pantoloan, Palu. 

Ismed menjelaska, kedatangan KM Labobar itu membawa tidak lebih dari 500 penumpang asal Sulteng yang ingin merayakan lebaran tahun 2022 pada kampungnya masing-masing.

Sedangkan keberangkatan menuju Surabaya mengalami lonjakan dengan total penumpang 1.200, sisanya 300 orang akan turun di pelabuhan Balikpapan.

Pihak PT Pelni memprediksi, puncak arus mudik masih akan terjadi Jumat (29/4/2022) mendatang.

Para pemudik akan menggunakan kapal motor Lambelu jurusan Balikpapan-Parepare-Makassar-BauBau–Maumere-Larantuka yang tiba dari Nunukan.

Kemudian arus balik mudik, lanjut Ismed, pihak PT.Pelni masih akan mengoperasikan kapal motor. Lambelu dan kapal motor Labobar sebanyak empat kali.

“Arus baliknya masih dua kapal ini juga yang akan beroperasi, Masing-masing dua kali jadi ada total 4 kali kita layani kedatangan dan pemberangkatan arus balik mudik tahun 2022 ini, operasi ini baru kembali lagi setelah sempat ditiadakan selama dua tahun pandemi,” jelasnya.

Ismed menambahkan, berdasarkan ketentuan perjalanan sudah membebaskan syarat antigen/Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi pemudik Lebaran yang telah melakukan vaksinasi penguat booster.

Sedangkan pemudik yang baru melakukan vaksinasi dosis satu dan dua, otoritas pelabuhan tetap mewajibkan penumpang menunjukkan hasil negatif PCR jangka waktu 3×24 jam, atau menunjukkan hasil negatif rapid antigen 1×24 jam.

“Bagi calon penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau komorbid yang tidak dapat menerima vaksin, wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan menunjukkan hasil swab PCR dengan jangka waktu 3×24 jam.” ujar Ismed. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved