Senin, 27 April 2026

Eropa, NATO dan AS Terus Pasok Senjata ke Ukraina, Bak Paksa Perang Rusia Berlanjut Lama

bagaimana militer Ukraina siap dengan kemampuan mereka mengoperasikan senjata canggih yang terus dipasok beberapa negara eropa, NATO dan Amerika

Menahem KAHANA / AFP
Howitzer sejenis yang dipakai Israel inilah yang dikirim ke Ukraina. Perbedaannya, howitzer untuk Ukraina tidak bersifat mobile seperti jenis ini. Kalibernya sama, berpeluru 155 mm. 

Ukraina mengatakan ingin mengamankan pengiriman peluncur roket jarak jauh M270 buatan AS.

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan Ukraina, yang bekerja untuk meningkatkan pasokan senjata, mendekati titik di mana ia akan melebihi jumlah Rusia secara teknologi dan dalam hal kemampuannya untuk menyerang.

"Tentu saja, banyak tergantung pada mitra kami dan kesiapan mereka untuk menyediakan Ukraina dengan segala yang diperlukan untuk melindungi kebebasan.

Dan saya mengharapkan kabar baik pada minggu depan ini," katanya dalam video larut malam, tanpa memberikan rincian.

Penasihat Zelenskiy Oleksiy Arestovych mengatakan pada Sabtu malam bahwa "senjata yang sangat kami butuhkan kemungkinan besar akan segera dikirimkan."

Kuncinya adalah pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussel pada pertengahan Juni, yang dihadiri oleh Reznikov, kata Arestovych di televisi media sosial.

"Jika sekutu di Barat tidak menunda ... maka sekitar 20 Juni situasi di garis depan akan sangat menguntungkan kita."

Rusia mengatakan pasukannya sedang dalam "operasi khusus" untuk mendemiliterisasi Ukraina dan menyingkirkannya dari nasionalis radikal anti-Rusia. Ukraina dan sekutunya menyebut itu sebagai dalih palsu untuk perang agresi.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved