VIRAL Gus Miftah Tanyakan Apa Rendang Punya Agama, Ustaz Adi Hidayat: Pertanyaan Tak Berfaedah

Jawaban menohok oleh Ustaz Adi Hidayat soal Gus Miftah pertanyakan apa rendang punya agama.

Kolase TribunPalu.com/Handover
Kolase Ustadz Adi Hidayat dan Gus Miftah 

TRIBUNPALU.COM - Gus Miftah kembali viral di media sosial usai mengajukan pertanyaan soal apa rendang punya agama.

Pertanyaan tersebut pun langsung diberi jawaban menohok oleh Ustaz Adi Hidayat.

Jawaban Ustaz Adi Hidayat pun membuat jemaah UAH senang.

Seperti diketahui Gus Miftah baru-baru ini menanyakan apakah rendang punya agama yang disebabkan polemik Rendang babi yang jadi perbincangan.

Rendang babi dianggap menentang adat Minang yang tidak syariah.

Gus Miftah dalam videonya menuturkan pertanyaan kapan makanan rendang punya agama.

"Eh ngomong-ngomong, sejak kapan ya rendang punya agama?" tutur Gus Miftah.

Potret Gus Miftah
Potret Gus Miftah (Instagram @gusmiftah)

Yang kemudian pertanyaan tersebut direspons oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH) dengan permintaan agar umat Islam jangan mengecilkan sesuatu yang telah menjadi tradisi.

"Jangan pernah mengecilkan apapun apalagi bila sudah menjadi tradisi," kata UAH dalam video tersebut.

Menurut UAH, tradisi rendang halal di Minangkabau sama halnya dengan budaya Indonesia lainya seperti batik, calung, dan angklung yang memiliki kewarganegaraan.

"Ada pertanyaan sejak kapan rendang itu punya agama, apa jawabannya? Sejak batik, calung, angklung punya kewarganegaraan," tegasnya.

UAH juga mengatakan bahwa seandainya batik telah menjadi budaya Indonesia dan diklaim oleh negara lain, pastinya masyarakat Tanah Air dengan tegas menolak.

"Kalau misalnya batik diklaim sama Malaysia mau tidak? Tidak, orang Indonesia akan mengatakan batik itu budaya Indonesia, sudah melekat karena itu tidak ingin diklaim oleh negara-negara lain," jelasnya.

Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Ustaz Adi Hidayat (UAH) (Handover)

Kemudian UAH kembali bertanya sejak kapan baik memiliki kewarganegaraan jika tidak pantas untuk diklaim oleh Indonesia.

"Pertanyaannya sejak kapan batik punya kewarganegaraan? Kan sama saja. Artinya itu adalah pertanyaan yang tidak berfaedah karena itu sudah menjadi budaya yang melekat," jelas UAH.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved