Selasa, 5 Mei 2026

Putin Anggap Kedatangan Jokowi Rusia Sebatas Kunjungan Bilateral, Pengamat: Bukan Misi Perdamaian

Pendiri FPCI Dino Patti Djalal menilai kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia bukan dianggap Putin sebagai misi perdamaian.

Tayang:
BPMI Sekretariat Presiden/Laily Rachev
Jokowi saat bertemu Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis (30/6/2022). Pendiri FPCI Dino Patti Djalal menilai kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia bukan dianggap Putin sebagai misi perdamaian. 

TRIBUNPALU.COM - Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Volodymyr Zelensky dan Vladimir Putin menuai sorotan dari berbagai pihak.

Diketahui Jokowi berkunjung ke Rusia dan Ukraina untuk membawa misi perdamaian.

Tak hanya itu, Jokowi juga ingin menjadi jembatan komunikasi antara Volodymyr Zelensky dan Vladimir Putin.

Melihat hal ini Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyampaikan analisisnya.

Menurut Dino, kunjungan itu dianggap sebagai kunjungan bilateral, membahas kerja sama ekonomi antar kedua negara.

Baca juga: Zelensky Titipkan Pesan untuk Putin Lewat Jokowi, Apa Isinya? Ini Bocoran Pihak Rusia

"Intinya Rusia itu memperlakukan kunjungan ini sebagai bilateral, bukan submisi perdamaian," kata Dino kepada Kompas.com, Sabtu (2/7/2022).

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) di era Presiden SBY ini menuturkan, ada perbedaan pandangan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin atas kunjungan Presiden Jokowi.

Ukraina, kata Dino, memang menganggap kunjungan sebagai misi perdamaian. Tak heran Zelensky juga menyampaikan pesannya untuk Putin kepada Jokowi saat mengunjungi Ukraina.

Namun, Putin memandang kunjungan untuk mengeratkan hubungan bilateral.

"Nah, di Ukraina diterima sebagai suatu misi perdamaian, tapi yang saya lihat di Rusia itu tidak dilihat sebagai misi perdamaian. Tujuannya sebagai kunjungan bilateral," ucap Dino.

Dino menyebutkan, saat Jokowi berkunjung ke Rusia, yang dibahas adalah kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia berbasis perdagangan bebas, termasuk soal minat investasi Rusia di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).

Kedua negara tidak membahas atau merujuk perang maupun perundingan perdamaian.

"Jadi ada pertemuan, disinggung juga mengenai (kerja sama) Rusia-Indonesia di bidang ekonomi dan teknologi. Makanya Presiden Putin sama sekali tidak merujuk mengenai perang, mengenai perundingan damai, atau mengenai misi perdamaian," jelas Dino.

Lebih lanjut Dino menjelaskan, Indonesia memang memiliki hubungan "romantis" dengan Rusia cukup lama. Rusia menjadi salah satu mitra strategis dalam ekspor impor Indonesia.

Namun, porsi ekspor terhadap seluruh barang yang diimpor Indonesia masih relatif kecil, jauh lebih kecil dibanding China dan AS yang merupakan mitra terbesar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved