Rekrut ASN Jadi Anak Buah, Bos KKB Papua Manfaatkan Keuangannya untuk Beli Senjata & Amunisi

Panglima KKB Papua Egianus Kogoya merekrut ASN untuk menjadi pesuruh dan diminta untuk belikan amunisi.

handover
Egianus Kogoya 

TRIBUNPALU.COM - Panglima Kelompok kriminal bersenjata (KKB), Egianus Kogoya tak sembarang merekrut orang suruhan.

Egianus Kogoya merekrut oknum oknum Aparatur Sipil Negara ( ASN ) untuk dijadikan orang pesuruhnya.

Siapa yang bisa mengira, kalau oknum yang selama ini mengenakan pakaian seragam Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) ternyata bermain dua kaki untuk mendukung aksi KKB.

Tapi ibarat sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga ke tanah, itulah yang dialami pria berinisial AN ini.

Kedoknya terbongkar setelah ia membeli senjata di Papua Nugini ( PNG ) untuk aksi anarkis KKB.

Kisah oknum ASN yang jadi kaki tangan Anggota KKB ini terungkap setelah yang bersangkutan ditangkap aparat keamanan pasca membeli senjata dan amunisi untuk mendukung aksi KKB.

Baca juga: Tembak Mati Gubernur Papua Barat! KKB Umumkan Daftar Nama Pejabat yang akan Dibunuh

Baca juga: Bawa Uang Rp 450 Juta untuk Belikan KKB Papua Amunisi, Ternyata ASN Diberi Uang Pejabat Pemerintahan

Dari berita yang viral di media sosial, terungkap fakta bahwa oknum aparatur sipil negara ini melakukan tindakan yang tidak pada tempatnya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga ini merupakan kaki tangan Kelompok Kriminal Bersenjata.

Selama ini, yang bersangkutan memasok ratusan amunisi untuk mendukung Kelompok Kriminal Bersenjata di daerah tersebut.

Pria berinisial AN itu tak hanya memasok amunisi, tetapi juga memasuk senjata api modern untuk kelompok pengacau keamanan tersebut.

AN tak cuma nekat membeli senjata di Jayapura, tetapi juga keluar masuk Papua Nugini ( PNG ) untuk membeli senjata api.

Keterlibatan AN dalam tindakan anarkis tersebut diungkapkan oleh Direktur Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani di Jayapura, Rabu 13 Juli 2022.

"Sebelumnya AN pergi Pegunungan Bintang lalu menyeberang ke PNG. Di sana AN juga membeli amunisi," ungkap Faizal Ramadhani.

Untuk menghindari pemeriksaan di perbatasan, kata Faizal, AN kembali ke Papua melalui jalur tradisional di Kabupaten Keerom, Papua.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved