Gejala Baru Covid-19 Varian BA.4 dan BA.5: Hilang Indra Perasa hingga Muncul Keringat Malam Hari

Kenali gejala-gejala baru Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 yang biasa terjadi: kehilangan indra perasa.  sesak napas hingga munculnya keringat di malam h

Editor: Imam Saputro
handover
Ilustrasi Omicron-Gejala Baru Covid-19 Varian BA.4 dan BA.5: Hilang Indra Perasa hingga Muncul Keringat Malam Hari 

TRIBUNPALU.COM -  Kenali gejala-gejala baru Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 yang biasa terjadi: kehilangan indra perasa.  sesak napas hingga munculnya keringat di malam hari.

Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 menjadi varian dominan di dunia, termasuk Indonesia.

Subvarian baru Omicron ini mengembangkan gejala baru Covid-19 yang wajib Anda tahu.

Secara umum, para ahli mengatakan, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tidak memiliki gejala yang sangat berbeda dari versi Omicron sebelumnya, yakni:

  • Sakit tenggorokan
  • Suara serak
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Namun, mereka yang terinfeksi BA.4 dan BA.5 cenderung kehilangan indera perasa dan penciuman atau mengalami sesak napas, Dr. Peter Chin-Hong, spesialis penyakit menular di Universitas California, mengungkapkan kepada The New York Times.

Joseph Khabbaza, dokter paru dan perawatan kritis di Klinik Cleveland, mengatakan, orang yang terinfeksi BA.4 dan BA.5 cenderung mengalami gejala pernapasan bagian atas, dari pita suara hingga ujung hidung. 

Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Naik, Pemerintah Terus Dorong Vaksinasi Booster jadi Syarat Mobilitas Warga

Menurut Khabbaza, lebih banyak pasien dengan sinus tersumbat yang menyakitkan dan sakit tenggorokan parah.

Beberapa dari mereka mengira menderita radang tenggorokan karena sangat kesakitan, katanya kepada The New York Times.

Ketika varian baru terungkap dan tingkat vaksinasi meningkat, orang-orang mulai melaporkan gejala yang lebih baru.

Bahkan, banyak yang mengeluhkan gejala yang tidak pernah dikaitkan dengan Covid-19 sebelumnya.

Di Inggris, yang mengalami peningkatan tajam dalam kasus akibat BA.5, orang yang terinfeksi subvarian Omicron itu mengeluhkan keringat malam. 

"Satu gejala tambahan dari BA.5 yang saya lihat adalah keringat malam," kata Profesor Luke O'Neill dari Trinity College Dublin kepada stasiun radio Irish, seperti dikutip livemint.com.

Menjawab pertanyaan mengapa orang mengalami gejala baru, Prof O'Neill berkata, "Penyakitnya sedikit berbeda karena virusnya telah berubah".

"Virus yang sedikit berbeda mungkin menimbulkan gejala penyakit yang sedikit berbeda, anehnya, keringat malam menjadi ciri khasnya," ungkap Prof O'Neill. 

"Tetapi yang sangat penting, jika Anda divaksinasi dan Anda mendapat booster, tidak berkembang menjadi penyakit parah adalah pesan untuk terus mengingatkan orang," tegasnya. (Kontan)

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved