Kamis, 16 April 2026

'Mestinya Brigadir J Nggak Perlu Mati' Eks Kabareskrim Polri Kritik Tembakan Bela Diri Bharada E

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji kembali buka suara soal baku tembak Bharada E dan Brigadir J.

Kolase TribunPalu.com/Handover
Brigadir J alias Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat. Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji kembali buka suara soal baku tembak Bharada E dan Brigadir J. 

TRIBUNPALU.COM - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji kembali buka suara soal baku tembak Bharada E dan Brigadir J.

Kali ini yang menjadi sorotannya adalah tembakan bela diri yang dilakukan Bharada E.

Menurutnya sang brigadir yang memiliki nama Nofriansyah Yosua Hutabarat itu seharusnya tidak perlu tewas jika memang Bharada E hanya membela diri.

Baca juga: Brigadir J Pernah Foto Bersama dengan Pembunuhnya dan Ferdy Sambo, Kuasa Hukum: Bukan Bharada E

Susno Duadji juga menyoroti posisi keduanya saat baku tembak, di mana Bharada E menembak Brigadir J dari atas tangga.

Posisi tersebut dinilai kurang menguntungkan bagi Bharada E apalagi untuk menyarangkan tujuh peluru di tubuh Brigadir J.

"Menurut berita katanya (Bharada E-red) membela diri karena dia diancam dari bawah," tutur Susno Duadji dilansir kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Senin (25/7/2022).

Ia menambahkan seharusnya Bharada E yang disebut sebagai penembak jitu tak perlu menyasar organ vital, melainkan hanya memberi tembakan peringatan.

"Mestinya enggak perlu mati, apalagi penembak tepat. Satu tembakan saja pilih saja, sedikit kaget saja cukup."

Kolase sosok Bharada E (kiri) dan potret Brigadir J yang dibawa keluarga saat pemakamannya. Terbaru, IPW menegaskan bahwa Bharada E dan istri Irjen Ferdy Sambo wajib hadir saat konstruksi, Senin (25/7/2022).
Kolase sosok Bharada E (kiri) dan potret Brigadir J yang dibawa keluarga saat pemakamannya. Terbaru, IPW menegaskan bahwa Bharada E dan istri Irjen Ferdy Sambo wajib hadir saat konstruksi, Senin (25/7/2022). (TRIBUNJAMBI.COM/ARYO TONDANG)

Kemudian,Susno Duadji menyinggung peluru Bharada E yang disebut bersarang lima buah di tubuh Brigadir J.

Menurutnya, satu tembakan di dada sudah menyebabkan korban jatuh.

Sehingga, ditengarai tembakan lain yang berada di tubuh Brigadir J dilontarkan saat posisinya sudah tergeletak.

"Seperti dikatakan bahwa tembakannya lima, pakai senjata otomatis, ada di dada kena," sebut Susno Duadji.

"Begitu kena dada kan geletak, kalau geletak kemudian ada lagi yang luka. Kalau ada luka tembak lagi, berarti tembaknya bukan saat dia berdiri, saat dia sudah terjatuh."

"Kalau dia sudah tersungkur, maka pelurunya tidak mungkin kena dinding, tapi kena lantai," tandasnya.

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 08.95:

Kronologi KematianBrigadir J
Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved