KKB Papua

Nyawa Pejabat Ini Terancam, KKB Papua Sebut akan Tembak Mati: Dia Bunuh Dua Anggota Kami

Tak hanya untuk warga sipil dan aparat TNI-Polri, ancaman KKB Papua kali ini menyasar para pejabat.

Editor: Muh Ruliansyah
Facebook
Foto Ilustrasi - KKB Papua sedang berkumpul di hutan. 

Dalam video viral tersebut, KKB Papua juga menyebutkan bahwa para pejabat yang diketahui mendukung pembentukan daerah otonomi baru di Papua, akan menjadi target anggota KKB.

"Kami akan tembak mati para pejabat itu, karena mendukung pemerintah kolonial yang menjajah Papua," ujar pria yang membacakan surat pernyataan itu.

Dibacakan pula, bahwa surat pernyataan itu akan dikirim juga ke TPNPB-OPM sebagai induk organisasi pejuang Papua merdeka dan pimpinan tinggi TPNPB-OPM di Victoria, Inggris.

Video berdurasi singkat itu menuai beragam komentar nitizen. Ada yang pro TNI Polri, ada juga yang memihak KKB Papua.

Untuk diketahui, hingga saat ini KKB Papua tak henti-hentinya melancarkan aksi kejam baik terhadap warga sipil maupun aparat TNI Polri.

Dalam tindakannya, KKB Papua umumnya melakukan aksi bengis. Mereka seenaknya membunuh warga sipil tanpa mempedulikan rasa kemanusiaan.

Tindakan kejamnya itu membuat warga meradang. Warga pun meminta aparat TNI Polri untuk menangkap para pelaku dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya.

Hingga saat ini tak sedikit korban jiwa yang melayang gegara tindakan KKB, termasuk aksi bengis yang terjadi pada Sabtu 16 Juli 2022, baru-baru ini.

Dalam insiden tersebut, 11 warga wipil meninggal dunia setelah dibantai secara sadis oleh anggota KKB Papua.

Dari 11 warga sipil tersebut, tiga di antaranya adalah warga asal Nusa Tenggara Timur ( NTT ), termasuk Yohanes Rangkas, seorang warga Kabupaten Manggarai, Flores.

Untuk diketahui, kasus ini menarik perhatian Lembaga Advokasi Hak Asasi Manusia, Amnesty Internasional Indonesia (AII).

Baca juga: TERNYATA Eks TNI Ini Jadi Otak Pembantaian 11 Warga di Nduga, Punya Jabatan Penting di KKB Papua

Direktur Eksekutif AII ( Amnesty International Indonesia ) Usman Hamid pun meminta satu hal kepada Presiden Jokowi.

"Tolong hentikan kasus ini. Semua kalangan sudah meminta agar pemerintah segera mengevaluasi pendekatan keamanan sebagaimana yang dilakukan selama ini."

Pihak lain yang juga turut meminta agar segala bentuk tindakan kriminal di Papua, adalah kalangan akademisi dan para mahasiswa.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved