KKB Papua

Nyawa Pejabat Ini Terancam, KKB Papua Sebut akan Tembak Mati: Dia Bunuh Dua Anggota Kami

Tak hanya untuk warga sipil dan aparat TNI-Polri, ancaman KKB Papua kali ini menyasar para pejabat.

Editor: Muh Ruliansyah
Facebook
Foto Ilustrasi - KKB Papua sedang berkumpul di hutan. 

TRIBUNPALU.COM - Anggota KKB Papua kembali menebar teror berupa ancaman.

Teror dan ancaman itu disampaikan KKB Papua usai membantai warga sipil di Kabupaten Nduga, Papua beberapa waktu lalu.

Tak hanya untuk warga sipil dan aparat TNI-Polri, ancaman KKB Papua kali ini menyasar para pejabat.

Salah satu ancaman KKB Papua itu dialamatkan kepada Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw yang juga mantan Kapolda Papua.

Baca juga: Panglima KKB Papua Kirim Permintaan Khusus kepada Jokowi, Perang Berlanjut Jika Tak Dipenuhi

Ancaman kepada mantan Kapolda Papua itu diunggah melalui media sosial dan kini menjadi kabar viral di jagat maya.

Ancaman KKB Papua itu, adalah menembak mati pejabat negara tersebut, lantaran telah menghabisi anggota Kelompok Kriminal Bersenjata yang disebut sebagai pejuang Papua merdeka.

Anggota KKB yang dihabisi oleh Paulus Waterpauw, dua di antaranya adalah Musa Markus Tabuli dan Hubertus Maben.

"Dua orang ini dibunuh Paulus Waterpauw selama menjabat sebagai Kapolda Papua. Ini baru dua kasus yang dia lakukan," kata seorang pria saat membacakan pernyataan sikap KKB Papua Kodap IV Sorong Raya, Papua Barat.

Video yang berisi pernyataan sikap KKB Papua tersebut, kini viral di media sosial.

Pernyataan sikap itu dibuat di Markas KKB Sarukun, tertanggal 11 Juli 2022 oleh Bayeryansen Koju, Komandan Operasi, Brigjen Deni Mos sebagai Panglima Daerah, Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum se-Tanah Papua, dan Goliat Tabuni sebagai Panglima Tinggi.

Disebutkan bahwa tak hanya Paulus Waterpauw yang menjadi target KKB Papua, tetapi juga para pejabat lain yang diketahui mendorong pembentukan DOB ( Daerah Otonomi Baru ) di Papua.

Pembentukan daerah otonom baru tersebut, katanya, merupakan rencana pemerintah pusat untuk memperbanyak dan atau mempertebal jumlah prajurit TNI Polri di Papua.

Karena itu, kata pria tersebut, rencana itu ditolak karena upaya yang dilakukan itu hanya untuk memperkokoh kekuasaan Indonesia di Tanah Papua.

"Kami bangsa Papua menolak semua rencana pemerintah Indonesia untuk Papua. Kami tidak mau Papua terus dijajah oleh bangsa kolonial," ujarnya.

Baca juga: PENAMPAKAN Terbaru Eks TNI yang Membelot ke KKB Papua, Otak Pembantaian 11 Warga di Nduga

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved