Sulteng Hari Ini

Kanwil DJPb Sebut Kondisi Ekonomi Sulteng Kuat, Pendapatan Negara Terdampak Positif

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pembendaharaan (DJPb) Sulteng menyebutkan, kondisi ekonomi saat ini kuat, sehingga berdapak positif pada p

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Kepala Kanwil DJPb Sulteng Irfa Ampri (tengah), saat konferensi pers APBN region Sulteng per Juni 2022, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi TW II 2022, dan perkembangan indikator makro ekonomi. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pembendaharaan (DJPb) Sulteng menyebutkan, kondisi ekonomi saat ini kuat, sehingga berdapak positif pada pendapatan negara.

Itu disampaikan kepala Kanwil DJPb Sulteng, Irfa Ampri saat konferensi pers APBN region Sulteng per Juni 2022, Rabu (27/7/2022).

Serta proyeksi pertumbuhan ekonomi TW II 2022, dan perkembangan indikator makro ekonomi.

Dia menjelasakan, pendapatan negara sangat baik, tercatat pada semester I 2022, realisasinya mencapai Rp 4,34 Triliun.

Itu tumbuh 61,75 persen, jika dibandingkan dnegan priode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Pemerintah Sulawesi Tengah Tandatangani Nota Kesepakatan Rancangan KUA-PPAS Tahun 2023

Pertumbuhan itu berkesinambungan pada tren perbaikan dan pemulihan aktivitas ekonomi di Sulteng.

"Secara nominal, realisasi komponen pendapatan terbesar dari perpajakan yang telah terealisasi Rp 4,01 Triliun, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 434 Miliar," ujar Irfa di Aula Kanwil DJPb Sulteng, Jl Tg Dako, Kecamatan Palu Selatan.

Terhitung, hingga akhir semeter I tahun ini, realisasi penerima perpajakan telah mencapai 76,54 persen dari target APBN 2022 di Sulteng.

Irfa menuturkan, PPh non migas menjadi jenis pajak dengan penerimaan tertinggi, jika dibandingkan dengan jenis pajak lainya.

Dengan tingkat penerimaan sebesar 65,89 persen dari seluruh penerimaan pajak di Sulteng.

"Jika dilihat berdasarkan sektornya penerimaan bruto, didominasi sektor industri pengelolahan sebanyak Rp 1,25 Triliun atau 42,66 persen. Dan sektor perdagangan besar dan eceran Rp 673,8 Milar atau 22,94 persen dari total penerimaan bruto," ujarnya.

Adapun penerimaan pajak penghasilan di bulan Juni tahun ini merupakan yang tertinggi sepanjang semester I 2022.

Itu tidak terlepas dari tren peningkatan harga komoditas serta membaiknya perekonomian domestik dan global.

"Meningkatnya pertumbuhan PPh di region Sulteng sebagai kosekuensi membaiknya kondidi perekonomian Nasional dan regional," ujar Irfa.

Kemudian selain itu, kinerja penerimaan pajak juga dipengaruhi oleh penurunan restirusi, atau permohonan pengembalian pembayaran pajak yang diajukan wajib pajak ke negara.

Lalu juga implementasi kenaikan tarif PPN serta program Pengungkapan Pajak Sukarela (PPS).

"Hingga akhir Juni 2022, jumlah yang mengikuti PPS sebanyak 2.110 wajib pajak. Dengan nilai harta bersih sebesar Rp 2,376 Triliun dan memberikan sumbangsih PPh sebesar Rp 233,15 Miliar pada penerima di Sulteng," tuturnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved