Selasa, 14 April 2026

'Bukan Pasrah Tapi Nyerah' Brigadir J Angkat Tangan Saat Ditembak Bhadara E di Depan Ferdy Sambo

Brigadir J disebutkannya dalam posisi mengangkat tangan sedada laiknya orang yang menyerah ditembak Bharada E di depan Irjen Fedy Sambo.

Kolase TribunPalu.com/Handover
KOLASE Brigadir J, Ferdy Sambo, Bharada E.Brigadir J disebutkannya dalam posisi mengangkat tangan sedada laiknya orang yang menyerah ditembak Bharada E di depan Irjen Fedy Sambo. 

Mana yang benar?

Sebelumnya, Deolipa Yumara sempat membongkar soal detik-detik Brigadir J tewas berdasarkan keterangan Bharada E.

Posisi Brigadir J saat itu berlutut dengan telapak tangan menyatu di belakang kepala.

Bharada E lalu menembak Brigadir J sambil memejamkan mata.

“Brigadir Yosua berlutut begini (posisi telapak tangan menyatu di belakang kepala -red), masih hidup, ketakutan.”

“Kata Richard, kata Eliezer, dia (Brigadir J) berlutut di depannya Sambo, di depannya Yosua,” kata Deolipa, dalam program Aiman KOMPAS TV, Senin (15/8/2022).

Tak hanya itu, Deolipa Yumara juga memastikan Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J.

Setelah itu, lanjut Deolipa, Ferdy Sambo ke arah dinding supaya bak terlihat ada tembak-menembak.

Namun, Deolipa tak mengetahui secara pasti soal senjata yang digunakan Ferdy Sambo saat menembak Brigadir J.

“Ya saya enggak tahu, tapi dia (Bharada E) menembak, Sambo menembak, ini situasional kan, habis itu katanya Sambo menembak ke dinding,” kata Deolipa.

Mengenai motif, Deolipa menyebut bahwa pembunuhan terhadap Brigadir J tak hanya didasari masalah asmara.

Melainkan ada kebersamaan elite-elite gelap polisi.

Tak tega sampai pejamkan mata

Deolipa Yumara juga sempat mengungkap detik-detik Bharada E menembak Brigadir J atas suruhan Ferdy Sambo.

Deolipa Yumara mengatakan, saat eksesekusi, Bharada E berada di posisi sulit.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved