Rabu, 8 April 2026

'Bukan Pasrah Tapi Nyerah' Brigadir J Angkat Tangan Saat Ditembak Bhadara E di Depan Ferdy Sambo

Brigadir J disebutkannya dalam posisi mengangkat tangan sedada laiknya orang yang menyerah ditembak Bharada E di depan Irjen Fedy Sambo.

Kolase TribunPalu.com/Handover
KOLASE Brigadir J, Ferdy Sambo, Bharada E.Brigadir J disebutkannya dalam posisi mengangkat tangan sedada laiknya orang yang menyerah ditembak Bharada E di depan Irjen Fedy Sambo. 

TRIBUNPALU.COM - Kembali terkuak detik-detik pembunuhan Brigadir J, diungkap oleh Ronny Talapessy, kuasa hukum baru Richard Eliezer Pudihang Lumiu atay Bharada E.

Ronny Talapessy ungkap bahwa saat akan di eksekusi, Brigadir J disebutkannya dalam posisi mengangkat tangan sedada laiknya orang yang menyerah.

Brigadir J kemudian ditembak Bharada E dengan posisi mengangkat tangan di depan Irjen Fedy Sambo.

Seperti diketahui, saat itu kejadian berlokasi di rumah dinas eks Kadiv Propam Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Beberapa saat kemudian Brigadir mengangkat tangannya sedada, tiga sampai empat tembakan meletus dari pistol Bharada E.

Ferdy Sambo yang berada di tempat kejadian perkara tentunya melihat apa yang dilakukan Brigadir di sisa akhir hidupnya.

"Saya kasih bocoran sedikit kejadianya, posisi tangan seperti ini (tangan di depan dada). Lalu Bharada E menembak," kata Ronny dalam acara yang dibawakan Aiman Wicaksono di Kompas TV, Selasa (16/8/2022) sore.

Hal ini berbeda dengan pengakuan Bharada E yang sempat diungkapkan mantan pengacaranya, Deolipa Yumara.

Pasalnya Deolipa Yumara mengatakan Brigadir J mengangkat tangannya di atas kepala seperti orang pasrah.

Selanjutnya, Ronny tak ingin membeberkan isi BAP yang merupakan bagian dari strateginya untuk membela Bharada E di pengadilan nanti.

Berbanding terbalik dengan yang dilakukan Deolipa Yumara.

"Makanya apakah pengacara yang lama tidak fokus baca BAP, karena keterangan klien saya tidak seperti itu," ujarnya.

Menurutnya, Bharada E diperintah oleh Ferdy Sambo yang sudah mengakui sebagai aktor utama pembunuhan Brigadir J.

Lebih lanjut Ronny mengakui kliennya menembakan tiga sampai empat peluru ke arah Brigadir J.

"Sekitar 3 sampai 4 tembakan," kata Ronny.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved