Jumat, 24 April 2026

Sulteng Hari Ini

Uang Kertas TE 2022 Resmi Beredar, BI Sulteng Jelaskan Perbedaannya Dengan Versi Lama

Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan dan mengedarkan tujuh uang kertas rupiah Kertas Tahun Emisi 2022.

Editor: Haqir Muhakir
TribunSolo.com/Tara Wahyu Nor Vitriani
Menteri Keuangan dan Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan tujuh pecahan uang rupiah kertas tahun emisi 2022 (Uang TE 2022) di Jakarta, Kamis (18/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan dan mengedarkan tujuh uang kertas rupiah Kertas Tahun Emisi 2022.

Mengutip dari situs resmi Bank Indonesia, ketujuh uang TE 2022 ini terdiri atas pecahan uang Rupiah kertas Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2000, dan Rp 1000.

Kepala Perwakilan BI Sulteng Dwiyanto Cahyo Sumirat mengatakan, adanya uang rupiah Tahun Emisi 2022 ini, tetap membuat uang pecahan rupiah pendahulunya masih berlaku sebagai alat transaksi jual beli.

Hanya saja, Dwiyanto Cahyo Sumirat menjelaskan, pecahan uang rupiah Tahun Emisi 2022 memiliki perubahan kontras dari pendahulunya.

Diantara perubahan yang dimaksud itu ialah desain warna yang lebih tajam, unsur pengaman yang lebih andal, dan ketahanan bahan uang yang lebih baik.

Baca juga: BI Sulteng Buka Layanan Penukaran Uang Kertas Tahun Emisi 2022 di Palu, Catat Tempatnya

Di bagian desain, untuk gambar pahlawan dan warna dasar uang yang digunakan tetap sama dengan edisi lama.

Misalnya uang kertas pecahan Rp100 ribu yang selama ini identik dengan warna merah.

Dalam uang baru ini, dominasi warna merah tetap digunakan, tapi dengan modifikasi yang lebih berwarna.

"Berbeda dengan uang Tahun Emisi 2016, pada uang Tahun Emisi 2022, Bank Indonesia memperkuat ketajaman gambar dan desain agar mudah dikenali, menggunakan unsur teknologi terkini, agar uang rupiah semakin sulit dipalsukan, serta ketahanan kertas agar memiliki ketahanan masa edar yang lebih lama," jelas Dwiyanto Cahyo Sumirat, Jumat (19/8/2022) siang.

Dwiyanto Cahyo Sumirat menambahkan, masing-masing uang rupiah Tahun Emisi 2022 memiliki ukuran yang berbeda.

Jika pendahulunya memiliki perbedaan ukuran 2 Mm.

Uang rupiah Tahun Emisi 2022 memiliki perbedaan ukuran 5 Mm.

"Jadi kalau bapak ibu melihat, jelas kelihatan perbedaan, dan mudah-mudahan lebih mempermudah masyarakat membedakan uang palsu dan asli saat bertransaksi," ujarnya.

Dwiyanto Cahyo Sumirat menegaskan, uang TE 2022 lebih aman dan sulit dipalsukan.

Hal itu dikarenakan uang TE 2022 menggunakan benang pengaman teknologi terkini atau disebut microlenses.

Benang pengaman tersebut diklaim sebagai teknologi paling tinggi dan terbaik yang pernah digunakan pada uang kertas.

Kemudian, di uang rupiah TE 2022 terdapat gambar rahasia yang hanya bisa dilihat menggunakan ultraviolet.

"Peguatan unsur ultraviolet dengan luasan sebaran luas area UV dan keragaman warna. Selanjutnya penguatan uang TE 2022 yaitu dengan penggunaan tinta berubah warna dengan menambahkan vitur magnetic ink yang memiliki efek gerak dinamis pada pecahan besar sebagaimana best practice internasional," bebernya.

Agar masa edar uang TE 2022 lebih lama, Dwiyanto Cahyo Sumirat mengatakan, dilakukan peningkatan kualitas bahan,
terutama pada pecahan kecil yaitu Rp1.000, Rp2.000 dan Rp5.000.

Penguatan ini dilakukan dari sisi berat bahan yakni jika sebelumnya pecahan kecil dan besar memiliki berat yang berbeda maka pada uang te 2022 semua pecahan memiliki berat yang sama yaitu 90 gram.

Terakhir, BI menambah coating atau lapisan plastik tipis pada Uang TE 2022 pecahan kecil yaitu Rp5.000, Rp2.000 dan Rp1.000 agar masa edarnya lebih lama. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved