Sulteng Hari Ini
DKP Sulteng Percepat Realisasi Kawasan Industri Perikanan Halal di Balut dan Bangkep
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah gencar dalam percepatan realisasi pembangunan kawasan industri perikanan halal di Kabupaten Banggai
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Jolinda Amoreka
TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah gencar dalam percepatan realisasi pembangunan kawasan industri perikanan halal di Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.
Kepala DKP Sulteng, Moh Arif Latjuba mengatakan, kawasan industri perikanan halal nantinya akan menjadi seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tapi dalam lingkup industri.
“Jadi kawasan industri perikanan halal itu nantinya akan menjadi seperti KEK yang bergerak dalam industri perikanan, kenapa disebut industri halal karena dari proses penangkapan hingga pengelolaan ikan kami pastikan halal tanpa melalui destructive fishing,” jelas Moh Arif Latdjuba, Kamis (25/8/2022) pagi.
Moh Arif Latjuba menambahkan, pengembangan industri perikanan halal merupakan implementasi dari visi pemprov sulteng dalam pembangunan Sulawesi Tengah yang pesat menuju kemajuan dan kesejahteraan yang lebih besar.
Baca juga: Sosok Komjen Ahmad Dofiri Bakal Pimpin Sidang Kode Etik Sambo, Terkenal Angker karena Ketegasannya
“Pengembangan kawasan industri perikanan halal tentu saja dalam rangka mendukung visi dari bapak Gubernur kita yaitu pembangunan Sulawesi Tengah yang pesat menuju kemajuan dan kesejahteraan yang lebih besar,” ujarMoh Arif Latjuba.
Saat ini Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah bekerjasama dengan instansi terkait sedang membangun pelabuhan dalam kawasan industri perikanan halal di Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah berharap melalui pengembangan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.
Sekaligus melalui pembangunan kawasan industri perikanan halal dapat sekaligus juga menjadi kawasan penyangga bagi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur. (*)