Palu Hari Ini

Berada di Dalam Lorong di Kelurahan Baru, Begini Kondisi Makam Raja Maili Palu

Di sekitar makam Raja Maili atau biasa di sebut dengan Mangge Risa kini kondisinya dipenuhi semak belukar.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Berada di Dalam Lorong di Kelurahan Baru, Begini Kondisi Makam Raja Maili Palu - ondisi-terkini-makam-raja-Maili-di-Jalan-Imam-Bonjol-Kefdfs.jpg
Alan
ondisi terkini makam raja Maili di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat terkesan terabaikan oleh pemerintah Kota Palu
Berada di Dalam Lorong di Kelurahan Baru, Begini Kondisi Makam Raja Maili Palu - Kondisi-terkini-makam-raja-Maili-di-Jalan-Imam-Bonjol-Kelurahan-Sif.jpg
Alan
Kondisi terkini makam raja Maili di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat terkesan terabaikan oleh pemerintah Kota Palu

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Di sekitar makam Raja Maili atau biasa di sebut dengan Mangge Risa kini kondisinya dipenuhi semak belukar.

Makam Raja Maili berada di sebuah lorong sempit yang terletak di Jl Imam Bonjol, Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat terkesan terabaikan oleh pemerintah Kota Palu

Makam Raja Maili sudah hanya dipagari oleh dinding batako yang tidak selesai.

Kondisi di sekitar makam yang ditumbuhi semak belukar, menghadirkan kesan tidak terurus.

Selain itu, nisan makam yang terbuat dari kayu pun telah rusak dan berlubang, serta kini miring posisinya. 

Ketua Historia Sulteng Anto mengatakan, sejak tahun 2015, makam Raja Maili belum pernah dilakukan perbaikkan oleh pemerintah.

Baca juga: 6 ASN Kota Palu Jalani Program Magang Nasional di Jakarta dan Makassar

Pada tahun 2016, Ia bersama komunitas Historia Sulteng pernah menemui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu membahas rencana pemasangan plang nama makam Raja Maili.

"Sedari kami menemukan lokasi makam beliau sekira tahun 2015, sepengetahuan saya belum pernah pemerintah melakukan perbaikan," kata Anto, Sabtu (10/9/2022) sore.

Lebih lanjut, Anto menyebutkan, perbaikan yang pernah dilakukan pada makam Raja Maili hanya dari Ormas Dewan Kesenian Kaili pada tahun 2019 silam.

Padahal sebelumnya pemerintah pernah  membersihkan kawasan makam oleh petugas padat karya.

Tetapi saat ini hal itu sudah tidak ada lagi.

"Olehnya terkesan terbengkalai. Saran saya, karena Kota Palu telah memiliki TACB (Tim ahli cagar budaya) maka sejatinya kawasan makam tersebut diinventarisir untuk diusulkan lalu ditetapkan menjadi cagar budaya, agar terlindungi sesuai perintah UU No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya," pinta Anto. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved