Rabu, 15 April 2026

Wabah PMK

Pemkab Morowali Bentuk Satgas PMK, Kadis Pertanian Imbau Warga Tak Panik

Pemerintah kabupaten dalam waktu dekat akan membentuk Satgas PMK yang terdiri dari Dinas Peternakan, TNI dan Polri.

Editor: mahyuddin

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morowali Andi Irman mengimbau warga tak panik wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Imbauan itu menanggapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjangkit puluhan ternak sapi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Data Dinas Peternakan dan Perkebunan Sulawesi Tengah mencatat, 167 ekor sapi terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Morowali dan Morowali Utara (Morut), Kamis (22/9/2022).

“Jangan panik, PMK tidak berbahaya bagi manusia dan bisa diobati. Bahkan ada peternak mencoba obat herbal dan kondisi ternaknya membaik,” kata Andi Irman via telepon.

Kendati demikian, kata Andi Irman, pemerintah kabupaten telah membentuk Satgas PMK yang terdiri dari Dinas Pertanian, TNI dan Polri.

Baca juga: 167 Ternak Terjangkit PMK, Dinas Peternakan Sulteng Lockdown Pengiriman Sapi dari Morowali dan Morut

Satgas PMK itu juga telah turun ke lapangan memberikan penanganan awal.

“Berdasarkan data kami, baru tiga ekor sapi positif PMK dari hasil lab. Sementara 30 ekor lainnya masih menunggu hasil. Ternak yang hasil labnya belum keluar tetap kami isolasi,” tutur Andi Irman.

Dinas Pertanian Morowali masih menunggu vaksin dari provinsi untuk didistribusikan kepada ternak warga.

“Jika tidak bisa disembuhkan, maka ternak itu terpaksa disembelih,” ucapnya.

Informasi diperoleh Andi Irman, ternak terjangkit PMK di Kecamatan Wita Ponda bukanlah hasil ternakan warga setempat, melainkan dibeli dari daerah lain.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved