Breaking News:

Masjid Raya Palu

Ada Ritual Tanam Kepala Sapi di Masjid Raya Palu, BKPRMI Sulteng Minta MUI Turun Tangan

Menjunjung tinggi adat dan budaya menjadi tanggung jawab masyarakat, selama itu tidak bertentangan dengan aturan agama.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
handover
Ketua BKPRMI Sulawesi Tengah Sabrin O Ladongi 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Sulawesi Tengah disingkat BKPRMI Sulteng menyoroti Ritual Tanam Kepala Sapi di lingkup pembangunan Masjid Raya Darussalam Palu.

Ketua BKPRMI Sulteng Sabrin O Ladongi menilai, Ritual Tanam Kepala Sapi di lingkup pembangunan masjid tentu memiliki tujuan yang mengarah ke hal syirik.

“Kami menyayangkan masih ada pengelola/tamir masjid percaya dengan hal-hal kemusyrikan,” ucap Sabrin O Ladongi via WhatsApp, Minggu (25/6/2022).

Dia menambahkan, menjunjung tinggi adat dan budaya menjadi tanggung jawab masyarakat, selama itu tidak bertentangan dengan aturan agama.

“Tentu kalau bertentangan dengan agama harus diluruskan. Kami berharap MUI turun tangan secepatnya agar bisa memberikan pencerahan kepada pengurus masjid dan masyarakat,” ujar Sabrin O Ladongi.

Baca juga: Viral Ritual Tanam Kepala Sapi di Kawasan Masjid Raya Darussalam Palu, Netizen Protes

Dia berharap, praktek seperti itu tidak terulang lagi di Bumi Tadulako, apalagi dalam lingkup pembangunan rumah ibadan dan bangunan lainnya.

Sebelumnya, foto dan video Ritual Tanam Kepala Sapi di kawasan pembangunan Masjid Raya Darussalam Palu di Jl Jaelangkara, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menuai protes dari sejumlah netizen.

Ritual Tanam Kepala Sapi di kawasan Masjid Raya Darussalam Palu diposting akun Facebook Ambo Illang, Minggu (25/9/2022).

Dalam postingannya, Ambo Illah menunjukkan foto dan video prosesi Ritual Tanam Kepala Sapi.

Entah apa alasan ritual tersebut, namun Ambo Illang menyertakan protes dalam postingannya itu.

Informasi diperoleh TribunPalu.com, sebagian pengurus masjid juga menolak ritual itu, namun sebagian lagi mengikuti arahan pengurus yayasan masjid.

Baca juga: DMI Sulteng Sayangkan Adanya Ritual Tanam Kepala Sapi di Lokasi Pembangunan Masjid Raya Palu

Diketahui, Masjid Raya Darussalam Palu dulunya bernama Masjid Agung Darussalam Palu.

Masjid tersebut ambruk pascagempa 2018 sehingga hanya terdapat bangunan masjid sementara di lokasi tersebut.

Pemerintah provinsi kemudian menggelontorkan anggaran Rp 386 miliar untuk bangunan masjid saja.

Total anggaran pembangunan kawasan masjid tersebut mencapai Rp 444 miliar.(*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved