Masjid Raya Palu

DMI Sulteng Sayangkan Adanya Ritual Tanam Kepala Sapi di Lokasi Pembangunan Masjid Raya Palu

Hartono menyebut kejadian itu membuktikan sebagian masyarakat masih membutuhkan edukasi akidah.

Penulis: Moh Salam | Editor: mahyuddin
Handover
Kolase Foto - Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Tengah saat mengikuti pelantikan beberapa waktu lalu (Kanan) dan Ritual Tanam Kepala Sapi di kawasan Masjid Raya Darussalam Palu, Kecamatan Palu Barat. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Tengah menyayangkan adanya Ritual Tanam Kepala Sapi di kawasan pembangunan Masjid Raya Darussalam Palu, Jl Jaelangkara, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Wakil Ketua 3 DMI Sulteng Hartono M Yasin menilai, Ritual Tanam Kepala Sapi seperti itu bertentangan dengan syariat dan akidah.

“Itu jelas bertentangan dengan ajara Nabi Muhammad SAW. Kita tidak mengenal dalam sejarah Islam adanya ritual yang seperti itu, apalagi ditanam di tempat pembangunan masjid,” ucap Pimpinan Pondok Pesantren Mahasiswa Liwaul Haq via telepon, Minggu (25/9/2022).

Dia khawatir ritual tersebut mengandung unsur kesyirikan.

“DMI akan melibatkan ormas maupun elemen masyarakat untuk mengambil langkah tepat dan terukur untuk mengedukasi masyarakat dan pengurus masjid,” ujar Hartono.

Baca juga: Viral Ritual Tanam Kepala Sapi di Kawasan Masjid Raya Darussalam Palu, Netizen Protes

Dia menyebut kejadian itu membuktikan sebagian masyarakat masih membutuhkan edukasi akidah.

“Guru tua tidak pernah mengajarkan hal seperti itu. Kita akan menggandeng MUI dan Alkhairaat dalam membinaan masyarakat nanti,” ucap Hartono.

Sebelumnya, Ritual Tanam Kepala Sapi di kawasan Masjid Raya Darussalam Palu diposting akun Facebook Ambo Illang.

Dalam postingannya, Ambo Illah menunjukkan foto dan video prosesi Ritual Tanam Kepala Sapi.

Entah apa alasan ritual tersebut, namun Ambo Illang menyertakan protes dalam postingannya itu.

Informasi diperoleh TribunPalu.com, sebagian pengurus masjid juga menolak ritual itu, namun sebagian lagi mengikuti arahan ketua yayasan masjid.

Diketahui, Masjid Raya Darussalam Palu dulunya bernama Masjid Agung Darussalam Palu.

Masjid tersebut ambruk pascagempa 2018 sehingga hanya terdapat bangunan masjid sementara di lokasi tersebut.

Pemerintah provinsi kemudian menggelontorkan anggaran Rp 386 miliar untuk bangunan masjid saja.

Total anggaran pembangunan kawasan masjid tersebut mencapai Rp 444 miliar.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved