Breaking News:

Donggala Hari Ini

Syafiah Basir Akui Jarang Ikut Paripurna DPRD Donggala, Ini Alasannya

Anggota DPRD Donggala dari Fraksi Gabungan, Syafiah Basir angkat bicara soal kabar dirinya ditegur Badan Kehormatan (BK) DPRD Donggala, Sulawesi Tenga

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Anggota DPRD Donggala dari Fraksi Gabungan, Syafiah Basir angkat bicara soal kabar dirinya ditegur Badan Kehormatan (BK) DPRD Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Anggota DPRD Donggala dari Fraksi Gabungan, Syafiah Basir angkat bicara soal kabar dirinya ditegur Badan Kehormatan (BK) DPRD Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (29/9/2022).

"Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Donggala, terkhusus pada Konstituen di Dapil 3 Kabupaten Donggala, memang dalam beberapa waktu terakhir keeikutsertaan dalam agenda paripurna sedikit berkurang," jelasnya.

Hal itu lanjutnya, disebabkan 3 hal, pertama, saat ini Syafiah Basir sedang menempuh pendidikan Strata Tiga (S3) Jurusan Politik di Universitas Hasanuddin Makassar.

Sehingga aktivitas perjalan Donggala-Makassar lebih sering.

"Sekarang ini kan kuliahnya sudah offline, jadi bolak-balik" jelasnya.

Baca juga: Banggar DPRD Donggala Bahas Ranperda Perubahan APBD 2022, Pendapatan Bertambah Rp 1,2 Triliun

Alasan kedua, Syafiah Basir juga melibatkan diri dalam tugas-tugas partai.

Di mana Syafiah Basir saat ini menjabat sebagai Bendahara DPD Partai Hanura Sulteng. 

Diketahui, Partai Hanura Sulwesi Tengah beberapa waktu terakhir fokus terhafap persiapan Verfikiasi Faktual dan menggelar sejumlah bimbingan teknis pada kader di sejumlah daerah di Sulteng.

Dan hal yang utama adalah, Syafiah Basir memutuskan lebih banyak menghabiskan waktu di Dapil, di sisa 2 tahun masa jabatannya.

"Saya memilih lebih banyak di dapil berjumpa masyarakat, karena menurut saya dengan kondisi Donggala saat ini, tidak ada hal yang perlu dibangun lagi dalam negosiasi maupun komunikasi politik antara Eksekutif dan Legislatif, terhadap situasi Donggala," jelasnya.

Sehingga pada akhirnya, kata dia, ketika bernegosiasi secara mekanisme, seperti peran wakil rakyat menjaring aspirasi, baik reses mapun hasil aspirasi masyarakat. Aspirasi itu sudah sulit terakomodir, yang akhirnya berujung pembohongan dan pembodohan politik.

"Fungsi DPRD sekarang melemah di Donggala, jadi yang bisa saya lakukan di sisa jabatan ini sebisa mungkin memberikan apa apa yang bisa saya beri dari diri saya, yah mewakafkan diri terhadap masyarakat karena ada doa yang tulus saat mereka memilih saya," ujarnya.

Baca juga: Paripurna DPRD Donggala Bahas Hasil Kerja Pansus I Tentang Lima Raperda

Sebab kata dia, tanpa Syafiah Basir pun, quorum juga akan terjadi di Paripurna DPRD Donggala.

Rapat Paripurna DPRD Donggala hanya menggugurkan kewajiban antara lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved