DPRD Palu

Anggota DPRD Palu Sebut Pentingnya Literasi ke Anak Milenial dalam Mengungkap Sejarah Daerah

Anggota legislatif DPRD Kota Palu Mutmainah Korono mengungkapkan, pentingnya literasi bagi anak milenial saat ini dalam belajar sejarah kedaerahaan.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Mutmainah Korona 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Anggota legislatif DPRD Kota Palu Mutmainah Korono mengungkapkan, pentingnya literasi bagi anak milenial saat ini dalam belajar sejarah kedaerahaan.

Menurutnya, keterampilan literasi memiliki pengaruh penting bagi keberhasilan generasi muda dalam mengungkap berbagai sejarah di Kota Palu.  

Keterampilan literasi yang baik akan membantu generasi muda dalam memahami informasi baik lisan maupun tertulis.

Salah satu contoh, sejarah yang belum banyak orang tahu, menurut Mutmainah Korona ialah tentang Fosil Moluska kelas Lammelibranchiata atau fosil kerang di bukit Tondo.

"Adanya fosil Moluska di bukit tondo ini memberi tanda bahwa ribuan tahun yg lalu ini adalah laut. Hal ini pernah dituliskan oleh seorang arkeolog Museum Negeri Sulteng, pak Iksam, menemukan fosil Moluska (hewan laut) di dinding tebing di kawasan sekitar Salubai, Kelurahan Tondo, yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun lalu," ujar Mutmainah Korona, Sabtu (1/10/2022) pagi.

Mutmainah Korona menambahkan, di daerah lain, sejarah tentang daerahnya sangat dijaga dengan baik.

Semua itu untuk memberikan informasi jelas kepada anak cucu mereka kedepannya.

Hal inilah yang ingin diterapkan Mutmainah Korona di Kota Palu.

Agar sejarah tidak hilang dan dimakan waktu.

"Saya banyak belajar dari berbagai daerah dan negara yang begitu baik mendokumentasikan tentang sejarah mereka, dan ini menjadi literasi penting yang wajib di ketahui oleh semua warganya sejak dini," bebernya.

"Pembelajaran penting adalah literasi kesejarahan termasuk  sejarah kebencanaan harus menjadi literasi utama untuk kita semua. Biar pemerintah mengetahui apa yang harus dirawat dan apa yang harus dibangun. Termasuk memastikan semua titik penanda sejarah Kota Palu harus di lindungi. Agar kita dan anak cucu kita akan terus belajar. Itulah cara menjaga Ngapa tercinta kita di lembah Palu ini," imbuhnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved