UMKM Kota Palu

Kisah Pasangan Suami Istri Dirikan 3 Bisnis di Palu, Sempat Ditipu dan Ditinggalkan Karyawan

Putri menceritakan ketertarikannya menggeluti usaha Kuliner berawal dari hobinya yang suka jajan.

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Pasangan suami istri Fikri dan Putri, Owner Ummi Home Baked, Crispy Donut Palu dan Pisang Goreng Raja Palu di Taman GOR Jl Moh Hatta, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Sabtu (1/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Memulai bisnis itu tidaklah mudah, ada saja rintangan dan hambatan dalam proses perjalanannya.

Ungkapan itu dilontarkan Putri, seorang pengusaha saat ditemui di acara opening Pisang Goreng Raja Palu di Taman GOR Jl Moh Hatta, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Sabtu (1/10/2022).

"Untuk memulai bisnis yah jangan terlalu banyak dipikirkan saja, tapi harus segera dimulai. Adapun risiko gagal dan rugi itu sudah menjadi bagian dari konsekuensi, tinggal cara kita menyikapi dan mengatasinya," ujar Putri.

Pisang Goreng Raja Palu menjadi bisnis ketiga yang dirintis Putri bersama sang suami Fikri sejak memulai usaha pada 2019.

Pasangan suami istri itu sebelumnya sudah membuka dua bisnis Kuliner, yaitu Ummi Home Baked dan Crispy Donut Palu.

Baca juga: Sosok Subarkah, Pasarkan Kopi Binaan ROA dengan Volkswagen Combi Modifikasi

Putri menceritakan ketertarikannya menggeluti usaha Kuliner berawal dari hobinya yang suka jajan.

"Awalnya memang saya suka jajan. Dari situ kepikiran dari pada beli mending buka usaha, dari situ juga kan kita bisa tahu kualitas produk khususnya masalah kebersihannya," ungkapnya.

Sebelum sampai di titik sekarang, Putri mengaku pernah mengalami masa-masa sulit dalam perjalannya berbisinis.

Di awal-awal membuka usaha Ummi Home Baked pada 2019, dirinya pernah ditinggalkan semua karyawan tanpa alasan yang jelas.

Alhasil, kejadian itu membuatnya terpaksa harus menutup bisnis pertamanya tersebut selama sebulan sebelum akhirnya kembali dibuka dengan merekrut karyawan baru.

"Setelah kami telusuri ternyata ada oknum, jadi karyawan lain hanya ikut-ikutan saja. Semua karyawan tiba-tiba berhenti tanpa ada pemberitahuan. Awalnya sempat putus asa, cuma berkat dukungan keluarga akhirnya dibuka kembali, kata Putri.

Suami Putri, Fikri menyebut bahkan dirinya bersama sang istri pernah mengalami kerugian lantaran kasirnya melakukan penipuan dan penggelapan.

Baca juga: Perempuan Ini Sulap Hobi jadi Sumber Pendapatan, Jualan Fresh Flower Laris Manis

Alih-alih melaporkan sang oknum kasir ke aparat penegak hukum, keduanya menjadikan kejadian itu sebagai pelajaran untuk selektif lagi dalam merekrut karyawan.

"Untuk melapor sih tidak, kejadian itu kami jadikan pelajaran. Memang kerugian saat itu tidak sedikit, tapi biar menjadi urusan dia dengan Yang Maha Kuasa," tutur ayah tiga anak tersebut.

Di akhir perbincangannya bersama TribunPalu.com, Fikri dan Putri berpesan khususnya kepada anak-anak muda untuk tidak takut mengambil risiko jika ingin memulai bisnis.

"Risiko sudah menjadi hal wajatlr dalam kegiatan bisnis. Bagi kami jika sudah tahu produk apa yang akrab dan mudah dijangkau masyarakat, segera saja mulai. Kemudian manfaatkan berbagai platform digital, jika memungkinkan bisa libatkan influencer untuk mempromosikan produk kita. " ucap Putri.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved