Ricuh di Stadion Kanjuruhan

Buntut Ricuh di Stadion Kanjuruhan, IPW Desak Kapolri Cabut Izin Liga 1 dan Copot Kapolres Malang

IPW mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencabut izin Liga 1 untuk sementara waktu.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Menanggapi ratusan nyawa yang melawang akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, IPW mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencabut izin Liga 1 untuk sementara waktu. 

TRIBUNPALU.COM - Tragedi Ricuh di Stadion Kanjuruhan Malang yang memakan ratusan korban jiwa menuai sorotan dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Indonesia Police Watch atau IPW.

Menanggapi ratusan nyawa yang melawang akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, IPW mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencabut izin Liga 1 untuk sementara waktu.

Desakan tersebut muncul setelah ratusan orang meninggal dunia akibat kericuhan di stadion Kanjuruhan Malang usai tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya di pekan ke-11 liga 1 2022/2023, Sabtu (1/10 2022).

Baca juga: Terungkap Faktor Kematian Aremania saat Kericuhan Pecah, Dirut RSUD Kanjuruhan Buka Suara

“Disamping, menganalisa sistem pengamanan yang dilaksanakan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan di sepak bola,” ujar Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso, Minggu, (2/10/2022).

Pasalnya, kata dia, kericuhan dalam tragedi itu berawal dari kekecewaan suporter tim tuan rumah yang turun ke lapangan tanpa dapat dikendalikan oleh pihak keamanan.

Bahkan, aparat kepolisian yang bertugas tidak sebanding dengan jumlah penonton lalu secara membabi buta menembakkan gas air mata.

“Sehingga menimbulkan kepanikan terhadap penonton yang jumlahnya ribuan,” katanya.

Akibatnya kata dia, banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan.

Selain itu, banyak jatuh korban yang terinjak-injak di sekitar Stadion Kanjuruhan Malang.

“Padahal, penggunaan gas air mata di stadion sepak bola sesuai aturan FIFA dilarang. Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa,” katanya.

Karena itu, menurutnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga harus mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang bertanggung jawab dalam mengendalikan pengamanan pada pertandingan antara tuan rumah Arema FC Malang melawan Persebaya Surabaya.

Baca juga: 129 Suporter Meninggal Dunia di Stadion Kanjuruhan Malang, Arema FC Terancam Sanksi Berat

Kemudian, memerintahkan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta untuk mempidanakan panitia penyelenggara pertandingan antara Arema FC vs Persebaya pada Sabtu 1 Oktober 2022.

“Jatuhnya korban tewas di sepakbola nasional ini, harus diusut tuntas pihak kepolisian. Jangan sampai pidana dari jatuhnya suporter di Indonesia menguap begitu saja seperti hilangnya nyawa dua bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada bulan Juni lalu,” katanya.

Selain itu, lebih penting dari tewasnya 127 suporter tersebut, Presiden Jokowi harus memberikan perhatian terhadap dunia sepakbola di Indonesia yang selalu ricuh dan menelan korban jiwa.

“Kemudian, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule) seharusnya malu dan mengundurkan diri dengan adanya peristiwa terburuk di sepak bola nasional,” katanya.(*)


(Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved