Terkait Tragedi Kanjuruhan, Kapolri:20 Polisi Diduga Langgar Aturan,11 Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Dan hasilnya 20 orang diduga lakukan pelanggaran, termasuk polisi yang tembakkan gas air mata ke arah tribun penonton

Editor: Imam Saputro
Tribunnews.com/SURYA/PURWANTO
Suporter Arema FC, Aremania turun ke stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). 

TRIBUNPALU.COM - Kapolri mengumumkan 6 tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan Malang yang mengakibatkan ratusan orang suporter meninggal dunia. 

Selain itu, ada 20 orang personel Polri menjadi terduga pelanggaran di tragedi maut Stadion Kanjuruhan.

Hal tersebut diungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Kamis (6/10/2022).

Pihaknya menyampaikan sebelumnya, sebanyak 31 orang polisi diperiksa pacsa-kejadian.

Dan hasilnya 20 orang diduga lakukan pelanggaran, termasuk polisi yang tembakkan gas air mata ke arah tribun penonton.

"Atas dasar peristiwa dan pendalaman maka tim melaksanakan dua proses sekaligus, yaitu proses yang terkait dengan pemeriksaan pidana dan proses yang terkait dengan pemeriksaan interna," ujarnya dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Kamis (6/10/2022).

 

"Terkait dengan pemeriksaan internal kita sudah melakukan pemeriksaan 31 orang personel, dan ditemukan bukti yang cukup terhadap 20 orang terduga pelanggar," imbuhnya.

Mereka adalah:

- Terdiri dari 4 pejabat utama Polres Malang.

- Perwira pengawas dan pengendali sebanyak dua personel.

- Atasan yang memerintahkan penembakan gas air mata sebanyak 3 personel.

- Personel yang menembakkan gas air mata di dalam stadion 11 polisi.

Kemudian terkait dengan temuan tersebut Kapolri mengatakan akan segera dilaksanakan proses untuk pertanggungjawaban etik.

Kerusuhan maut

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved