Senin, 15 Juni 2026

Lesti Cabut Laporan KDRT Rizky Billar, Disebut Trauma Bonding, Apa Itu Trauma Bonding?

Apa itu trauma bonding? Kali ini dikait-kaitkan dengan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Lesti Kejora Rizky Billar.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
handover
Lesti Kejora laporkan suaminya, Rizky Billar. 

Kondisi tersebut kemudian memicu traumatic bonding karena korban menganggap hanya pelakulah yang dapat mengerti perasaannya.

Selain keterikatan dan ketergantungan, harapan bahwa pelaku akan berubah serta tidak mengulangi lagi tindakan mereka juga bisa menjadi penyebab traumatic bond.

Usai melakukan tindakan buruk kepada korban, pelaku umumnya akan meminta maaf dan berjanji untuk berubah.

Janji tersebut seringkali disertai dengan tindakan manis yang membuat korban kembali terbuai. Korban percaya bahwa hubungan antara dirinya dengan pelaku akan berjalan seperti yang telah dijanjikan.

Bagaimana cara keluar dari traumatic bonding?

Cara keluar dari traumatic bonding memang tak semudah seperti membalikkan telapak tangan.

Ikatan yang dalam dengan pelaku seringkali membuat korban enggan untuk berpaling. Berikut beberapa hal yang dapat membantu Anda keluar dari hubungan tidak sehat ini:

1. Fokus pada tindakan buruk pelaku

Korban kekerasan atau pelecehan biasanya memilih bertahan karena terbuai dengan janji-janji yang diberikan oleh pelaku. Untuk dapat keluar dari traumatic bonding, fokus terhadap tindakan buruk yang telah dilakukan pelaku. Cara tersebut bisa membuat Anda lebih mudah untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat bersama pelaku.

2. Putuskan hubungan dengan pelaku

Memutuskan hubungan dengan pelaku mungkin akan terasa sangat sulit di awal, tetapi perlu dilakukan demi kebaikan Anda. Hentikan semua komunikasi dengan pelaku. Untuk memutus komunikasi, Anda bisa mengganti nomor atau memblokir semua akun media sosialnya.

3. Berhenti menyalahkan diri sendiri

Menyalahkan diri sendiri atas tindakan pelecehan atau kekerasan yang dilakukan pelaku hanya akan membuat Anda kesulitan keluar dari traumatic bonding. Tanamkan di dalam pikiran bahwa tindakan buruk pelaku terjadi bukan karena kesalahan Anda. Yakinlah, Anda berhak mendapat orang yang lebih baik lagi.

4. Terapkan self-care

Dibanding kembali ke pelaku kekerasan atau pelecehan, terapkan teknik self-care atau perawatan diri untuk menghilangkan stres yang dirasakan. Beberapa aktivitas yang dapat membantu menenangkan pikiran, antara lain meditasi, olahraga, berdoa, serta melakukan hobi.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
Live
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved