Sidang Ferdy Sambo

Ferdy Sambo Minta Maaf ke Keluarga Brigadir J, Pakar Forensik Emosi: Masih Cari Pembenaran

"Masih pada hal yang selaras dengan sebelumnya, artinya beliau semakin hari semakin merasa sadar bahwa perbuatannya ini menghilangkan nyawa orang."

Editor: Imam Saputro
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa Ferdy Sambo tiba untuk menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (20/10/2022). Sidang tersebut beragendakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota keberatan terdakwa Ferdy Sambo. Terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria berlindung pada perintah Ferdy Sambo soal perintah cek dan amankan CCTV terkait tewasnya Brigadir J. 

TRIBUNPALU.COM - Ferdy Sambo secara terbuka meminta maaf kepada keluarga Birgadir J ketika sidang Selasa 1 November 2022 .

Permintaan maaf suami Putri Candrawathi itu jadi sorotan berbagai pihak.

Satu di antaranya pakar forensik emosi, Handoko Gani.

Ia mengungkapkan permintaan maaf Ferdy Sambo kepada orang tua Brigadir J, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjutak menunjukkan perasaan sedih meski masih mencari pembenaran atas apa yang dilakukan.

"Masih pada hal yang selaras dengan sebelumnya, artinya beliau semakin hari semakin merasa sadar bahwa perbuatannya ini menghilangkan nyawa orang."

"Di sisi lain juga tetap berusaha untuk membenarkan perbuatannya tadi untuk menyelamatkan keluarga beliau," kata Gani dalam Kompas Petang seperti dikutip dari YouTube Kompas TV, Rabu (2/1/2022).

Gani juga menilai pernyataan maaf Ferdy Sambo seakan ingin mengajak masyarakat untuk memahami apa yang dilakukannya kepada Brigadir J semata-mata untuk menjaga harkat dan martabat keluarga.

"Seakan-akan beliau ingin mengatakan kepada kita 'Jika kamu diposisi saya, kamu akan melakukan apa?'. Ini message yang sangat clear sekali," kata Gani.

Lebih lanjut, Gani menganggap pernyataan Ferdy Sambo bahwa apa yang dilakukan demi keluarga lebih berbobot ketimbang permintaan maaf mantan Kadiv Propam Polri itu kepada orang tua Brigadir J.

"Karena di bagian akhir itu lebih berat bobotnya ketika beliau menyatakan pembenaran bahwa apa yang dilakukan tadi karena memang dalam tanda kutip terpaksa untuk menyelamatkan keluarga," jelasnya.

Sebelumnya, Ferdy Sambo menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua Brigadir J di tengah persidangan pada Selasa (1/11/2022) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Ferdy Sambo mengakui kesalahan karena tidak mampu mengontrol emosinya.

Namun, dirinya menganggap tewasnya BrigadirJ terjadi karena kemarahannya atas perbuatan ajudannya itu kepada istrinya, Putri Candrawathi.

“Saya sangat menyesal, saat itu saya tidak dapat mampu mengontrol emosi dan tidak jernih berpikir. Diawali saat persidangan ini, saya ingin menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi adalah akibat kemarahan saya atas perbuatan anak Bapak kepada istri saya.”

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved